Paris Saint-Germain Sejajarkan Diri dengan Real Madrid Usai Juara

Share

Paris Saint-Germain (PSG) mengukir sejarah baru dalam sepak bola Eropa setelah berhasil mempertahankan gelar juara Liga Champions dua musim beruntun pada Sabtu (30/5/2026) malam waktu Eropa Tengah di Puskas Arena, Budapest, Hongaria.

Klub asal Prancis tersebut menundukkan Arsenal lewat adu penalti dengan skor 4-3 menyusul hasil imbang 1-1 yang bertahan hingga babak perpanjangan waktu 120 menit usai.

Hasil di Budapest ini membawa tim asuhan Luis Enrique mengikuti jejak Real Madrid dan Ajax sebagai klub yang mampu mempertahankan titel di kompetisi tertinggi antarklub Eropa tersebut.

Arsenal sebenarnya unggul lebih awal melalui gol Kai Havertz pada menit keenam, sebelum disamakan oleh penalti Ousmane Dembele pada babak kedua menit ke-65.

Mantan gelandang Arsenal, Samir Nasri memberikan analisis tajam mengenai performa wasit serta taktik kedua tim dalam wawancara di acara Late Football Club di Canal+.

"Di babak kedua, wasit secara sistematis meniup peluit melawan Arsenal. Dia menghukum mereka karena membuang-buang waktu di babak pertama," kata Nasri.

Nasri juga menyoroti insiden kontroversial di babak tambahan waktu saat pemain pengganti Arsenal, Noni Madueke, terjatuh di kotak terlarang akibat tekanan dari Nuno Mendes.

"Jika dia meniup peluit untuk penalti, saya rasa VAR tidak akan membatalkannya. Namun, fakta bahwa dia tidak meniup peluit juga bukanlah skandal," jelas Nasri.

Selain mengkritik kinerja pengadil lapangan, mantan pemain tim nasional Prancis itu memberikan pujian mendalam atas keandalan strategi dari pelatih Les Parisiens.

"Dia tidak akan pernah mengambil risiko yang tidak diperhitungkan. Sejak dia menemukan formula yang tepat, segalanya terkendali. Dia selalu memiliki rencana untuk mengalahkan pelatih lawan," kata Nasri mengenai bos PSG tersebut.

Kemenangan berturut-turut ini dinilai Nasri telah mengangkat derajat PSG melampaui klub-klub Prancis lainnya dalam sejarah kompetisi Eropa.

"Yang pertama adalah sejarah. Yang kedua adalah legenda," tukas Nasri.

Di sisi lain, pelatih Paris Saint-Germain, Luis Enrique memberikan apresiasi tinggi atas perlawanan disiplin dari anak-anak asuh Mikel Arteta sepanjang pertandingan puncak.

"Pertandingan dimulai dengan cara yang terbaik buat mereka. Setelah itu mereka paham bagaimana bertahan. Itu sangat sulit," aku Enrique dikutip dari situs resmi Liga Champions.

Meskipun memuji pertahanan kokoh lawan, mantan pelatih timnas Spanyol itu menganggap skuadnya sangat layak membawa pulang trofi Si Kuping Besar berdasarkan konsistensi performa sepanjang musim.

"Kami terbiasa menyerang dengan cara itu dengan banyak pemain di belakang bola, tetapi melawan mereka, mereka kuat secara fisik, sangat tangguh," jelas Enrique.

Enrique juga menegaskan kepuasannya dan langsung membidik target tinggi untuk mempertahankan dominasi mereka di kompetisi Eropa pada musim berikutnya.

"Kami pantas [memenanginya]. Mungkin hari ini kedua tim pantas menang, tetapi dengan cara kami bermain sepanjang musim, kami pantas menjadi pemenang di Liga Champions," ucapnya menambahkan.

Gelar ini memantapkan posisi Enrique sebagai pelatih pertama yang mempersembahkan trofi Liga Champions bagi PSG sekaligus mempertahankan dominasi domestik di Liga Prancis.

"Kami sangat senang dan berusaha untuk berada di sana lagi tahun depan, kenapa tidak?" tukas Enrique.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: Arsenal Liga Champions PSG
Editors Team
gilang-permana-putra
Author