Pemerintah Menetapkan Tarif Listrik Triwulan II 2026 Tidak Naik
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memastikan besaran tarif tenaga listrik untuk periode triwulan II yang berlaku pada April hingga Juni tahun 2026 tidak mengalami perubahan, seperti dilansir dari Detik Finance pada Sabtu (30/5/2026).
Langkah penyesuaian regulasi ini diambil untuk memelihara kemampuan belanja masyarakat di tengah situasi perekonomian yang dinamis. Penegasan mengenai ketetapan biaya setrum per Senin (1/6/2026) tersebut disampaikan oleh Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Tri Winarno.
"Masyarakat tidak perlu cemas karena pemerintah telah menetapkan tarif listrik periode triwulan II-2026 tetap. Penetapan ini dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat setelah dilakukan perhitungan terhadap berbagai parameter ekonomi makro," ujar Tri dalam keterangan tertulis.
Berdasarkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 7 Tahun 2024, tinjauan ulang tarif bagi 13 golongan pelanggan non-subsidi bergulir per tiga bulan. Evaluasi berkala tersebut bersandar pada pergeseran angka kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, Harga Rata-Rata Minyak Mentah Indonesia atau ICP, inflasi, serta Harga Batubara Acuan.
Untuk perhitungan kuartal kedua ini, acuan makro mengacu pada data November 2025 sampai Januari 2026. Nilai indikator yang tercatat meliputi nilai tukar Rp 16.743,46 per dolar AS, nilai ICP sebesar 62,78 dolar AS per barel, laju inflasi di angka 0,22 persen, dan nilai HBA 70 dolar AS per ton via mekanisme DMO.
Kalkulasi teknis sesungguhnya memperlihatkan adanya indikasi perubahan angka tarif. Kendati demikian, otoritas terkait memilih mempertahankan harga lama demi menyokong stabilitas ekonomi nasional, daya pikat sektor industri, dan proteksi konsumen termasuk bagi 25 golongan penerima subsidi.
Rincian tarif tenaga listrik yang berlaku untuk setiap golongan pelanggan tersaji dalam tabel berikut.
| Golongan Pelanggan | Batas Daya | Tarif per kWh |
|---|---|---|
| R-1/TR | 900 VA | Rp 1.352,00 |
| R-1/TR | 1.300 VA | Rp 1.444,70 |
| R-1/TR | 2.200 VA | Rp 1.444,70 |
| R-2/TR | 3.500 – 5.500 VA | Rp 1.699,53 |
| R-3/TR | 6.600 VA ke atas | Rp 1.699,53 |
| B-2/TR | 6.600 VA – 200 kVA | Rp 1.444,70 |
| B-3/TM | di atas 200 kVA | Rp 1.114,74 |
| I-3/TM | di atas 200 kVA | Rp 1.114,74 |
| I-4/TT | 30.000 kVA ke atas | Rp 996,74 |
| P-1/TR | 6.600 VA – 200 kVA | Rp 1.699,53 |
| P-2/TM | di atas 200 kVA | Rp 1.522,88 |
| P-3/TR | Penerangan Jalan Umum | Rp 1.699,53 |
| L/TR, TM, TT | Semua Daya | Rp 1.644,52 |
Warga diimbau menjalankan pola pemakaian daya secara bijaksana guna menguatkan ketahanan energi domestik. Di sisi lain, PT PLN (Persero) diinstruksikan menjaga stabilitas suplai, menaikkan mutu servis, serta memangkas inefisiensi biaya operasional perusahaan.