Kebocoran Pipa Saluran Pembuangan Malmö Cemari Kanal dan Pantai

Share

Kebocoran parah pada saluran pembuangan di kota Malmö merusak lingkungan setelah jutaan liter air limbah mentah mengalir ke Malmö kanal selama beberapa hari pada awal Mei 2026.

Kerusakan infrastruktur yang terjadi di dekat stasiun pompa Turbinen tersebut memaksa otoritas kota membuang air kotor ke kanal agar perbaikan pipa bisa dilaksanakan.

Dampak dari pembuangan limbah ini meluas hingga ke sektor pelabuhan, di mana perusahaan air VA Syd juga melepaskan 130.000 liter atau setara 866 bak mandi penuh air kotor di wilayah Skeppsbron.

Insiden ini tercatat sebagai kebocoran saluran pembuangan paling serius yang dialami kota Malmö dalam kurun waktu lebih dari satu dekade terakhir.

Pencemaran limbah cair tersebut langsung memicu kematian massal satwa air, di mana bangkai-bangkai ikan mulai mengapung di sepanjang tepian kanal dan terlihat jelas dari jalur pejalan kaki.

Dinas Lingkungan Hidup Kota Malmö menduga bahwa pasokan oksigen yang merosot tajam di dalam air menjadi penyebab utama fenomena tersebut.

"Det blir lätt syrebrist, men vi behöver följa upp i detalj vad som hänt. Det är oroväckande att det varit så omfattande", ujar Gunnar Blomé, Kepala Divisi Dinas Lingkungan Hidup di Malmö kepada Aftonbladet.

Pemerintah kota kini tengah melakukan proses pembersihan dan pengambilan sampel air secara berkala untuk memetakan dampak jangka panjang dari pencemaran ini.

Krisis lingkungan tersebut juga mengundang reaksi keras dari kelompok masyarakat, khususnya terkait ancaman penyebaran bakteri pencernaan bagi warga lansia yang sering beraktivitas di sekitar kanal.

Selain mencemari area kanal, kontaminasi limbah yang terbawa arus ke laut sempat memicu pemberlakuan larangan berenang di sejumlah pantai utama selama dua minggu sebelum akhirnya dicabut oleh pihak berwenang.

Seorang warga lokal bernama Annika Westman mengaku terpaksa menunda aktivitas berenang pertamanya musim ini akibat larangan tersebut.

"Det var ju tråkigt, jag fick ju skjuta upp mitt premiärdopp", kata Annika Westman kepada P4 Malmöhus.

Meskipun demikian, ia kini sudah mulai kembali berenang di kawasan Scaniabadet setelah hasil pengujian air dinyatakan aman oleh pemerintah setempat.

"Jätteskönt. Det är så friskt och skönt. Det är liksom hela grejen, att cykla ner hit och hoppa i vattnet – det gör min dag", ujar Annika Westman saat menceritakan pengalamannya kembali ke laut.

Annika menambahkan bahwa kondisi geografis tempatnya berenang yang terbuka membuat sirkulasi air berjalan sangat baik.

"Här ute, Scaniabadet, så är det ju så öppet och fritt så det känns ju verkligen att vattnet cirkulerar", kata Annika Westman.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
farhan-dwi-ramadhan
Author