Rebalancing MSCI Picu Tekanan Saham Bank dan Lonjakan Grup Barito
Penyesuaian portofolio oleh manajer investasi global akibat rebalancing MSCI memicu tekanan jual pada saham perbankan besar dan mendorong volatilitas sektor material di Bursa Efek Indonesia pada Jumat, 29 Mei 2026.
Kondisi tersebut menyebabkan Indeks Harga Saham Gabungan ditutup melemah tipis 0,05 persen ke level 6.127,38 setelah sempat menguat mendekati penutupan perdagangan.
Aktivitas penyesuaian modal asing ini mencatatkan nilai transaksi yang melonjak hingga Rp48,35 triliun dengan volume perdagangan mencapai 43,05 miliar saham.
Berdasarkan data operasional bursa, sebanyak 430 saham bergerak melemah, 284 saham menguat, dan 245 saham lainnya ditutup jalan di tempat.
Pelemahan indeks utamanya didorong oleh kemerosotan harga saham kapitalisasi besar seperti BBCA yang turun 4,60 persen ke Rp5.700 dan BBRI yang tertekan 3,91 persen ke posisi Rp2.950.
Sebaliknya, beberapa saham komoditas terkait Grup Barito seperti BREN, BRPT, PTRO, dan CUAN justru melonjak hingga menyentuh batas auto rejection atas 25 persen di tengah keluarnya emiten tersebut dari indeks.
Laporan berkala BRI Danareksa Sekuritas mencatat bahwa sejumlah saham yang keluar dari perhitungan MSCI Global Standard meliputi AMMN, BREN, TPIA, CUAN, dan DSSA, sementara AMRT turun kelas ke kelompok Small Cap.
Selain itu, terdapat belasan emiten lain yang terdepak dari MSCI Small Cap termasuk ANTM, AALI, BANK, BSDE, DSNG, SIDO, MIDI, MIKA, MSIN, TKIM, APIC, SSMS, dan TAPG.
Lembaga riset tersebut juga mengonfirmasi bahwa tidak ada saham baru dari Indonesia yang berhasil menembus kompilasi Global Standard pada periode evaluasi kali ini.
Pengumuman tinjauan indeks berikutnya oleh MSCI dijadwalkan berlangsung pada 12 Agustus 2026 dan akan mulai diberlakukan secara efektif pada 1 September 2026.