Pemerintah Pastikan APBN Terkendali dan BBM Subsidi Tidak Naik

Share

Pemerintah Indonesia memastikan kondisi fiskal negara tetap terkendali dan harga bahan bakar minyak subsidi tidak akan naik di tengah pelemahan nilai tukar rupiah yang mendekati level Rp17.900 per dollar Amerika Serikat pada perdagangan Jumat, 29 Mei 2026.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai situasi penurunan mata uang Garuda ini tergolong tidak lazim karena fundamental ekonomi domestik sebenarnya masih menunjukkan performa yang baik.

“Sebenarnya tidak masuk akal, biasanya melemah kalau ada gangguan di fundamental ekonomi,” ujar Purbaya kepada awak media di kawasan Masjid Salahuddin, Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak pada Rabu, 27 Mei 2026.

Purbaya bahkan sempat melontarkan candaan terkait tekanan yang dialami oleh mata uang rupiah tersebut.

“Ya saya stres,” kata Purbaya.

Meski demikian, Purbaya menegaskan bahwa simulasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara telah mengantisipasi penurunan kurs ini, termasuk jika harga minyak dunia melonjak hingga 100 dollar AS per barrel.

“Jadi tidak ada masalah, saya tidak harus hitung ulang APBN-nya,” ucap Purbaya.

Menurut penjelasan Purbaya, penurunan imbal hasil surat utang negara menjadi indikator bahwa kepercayaan pasar masih terjaga dengan baik.

“Jadi selama bond market terkendali, kemampuan investor terutama asing dan domestik juga untuk melakukan investasi di bond kita akan terjaga,” terang Purbaya.

Pihak kementerian juga melihat adanya arus modal asing yang mulai masuk kembali ke dalam pasar obligasi nasional.

“Ke depan akan ada tindakan pemerintah lagi yang akan membantu menaikkan nilai tukar rupiah dengan signifikan,” kata Purbaya.

Langkah menjaga stabilitas juga diambil oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral untuk menekan dampak pelemahan rupiah terhadap biaya impor energi.

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menjelaskan bahwa pemerintah fokus menggenjot volume produksi minyak domestik serta mengoptimalkan kesiapan kilang di dalam negeri.

“Menurut perhitungan kita kan ada produksi dalam negeri yang kita dorong itu peningkatan, kilang di dalam negeri pun itu juga kita sudah siapkan,” ujar Yuliot di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat, 29 Mei 2026.

Yuliot menambahkan bahwa pasokan BBM nasional saat ini berada dalam posisi yang aman dan berada jauh di atas batas minimal cadangan operasional.

“Cadangan yang ada saat ini jauh di atas cadangan minimal,” ucap Yuliot.

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia juga menyampaikan penegasan serupa mengenai kebijakan harga komoditas energi tersebut.

“Belum ada kenaikan, tidak akan naik InsyaAllah ya, doain ya, tidak akan kita naikkan subsidi BBM. InsyaAllah sampai akhir tahun,” ujar Bahlil di Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa, 19 Mei 2026.

Berdasarkan data Kementerian ESDM, rata-rata Indonesian Crude Price sejak Januari 2026 hingga saat ini masih stabil di kisaran 80 dollar AS hingga 81 dollar AS per barrel, meskipun rata-rata ICP April 2026 sempat melonjak ke level 117,31 dollar AS dari bulan sebelumnya yang sebesar 102,26 dollar AS per barrel.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author