Ketua Parlemen Iran Kritik Tekanan AS dan Tegaskan Blokade Hormuz Berlanjut
Ketua Parlemen Iran, Mohammed Bagher Ghalibaf, mengecam keras pejabat Amerika Serikat karena menekan Iran demi mendapatkan konsesi di luar kesepakatan sebelumnya, dilansir dari Detikcom.
Ghalibaf menilai tekanan AS bertujuan memperoleh konsesi yang tidak tercakup dalam kesepakatan antara Washington dan Teheran. Ia juga menyebut Menteri Keuangan AS Scott Bessent dan Menteri Pertahanan Pete Hegseth tidak kompeten untuk posisi mereka.
"Pihak Amerika beranggapan bahwa dengan menekan Iran lebih keras, mereka akan memperoleh konsesi yang sebenarnya tidak pernah tercakup dalam kesepakatan tersebut," ujar Ghalibaf, dan menambahkan, "Berhentilah berharap 'gerombolan badut' itu bisa melakukan trik ajaib dan membereskan kekacauan yang telah kalian perbuat."
Kesepakatan antara Teheran dan Washington yang difasilitasi mediator dari Pakistan dan Qatar pada Juni bertujuan mengakhiri permusuhan dan membuka perundingan. Namun, negosiasi terhenti karena perselisihan soal nota kesepahaman dan pelayaran di Selat Hormuz.
Presiden AS Donald Trump menyatakan tidak ada jadwal pembicaraan dengan Iran dan kebijakan militer AS tidak berubah. Trump juga menegaskan blokade angkatan laut AS di Selat Hormuz dan pelabuhan Iran tetap berlaku.
"Tidak ada pembicaraan atau percakapan yang sedang berlangsung atau pun yang dijadwalkan dengan Republik Islam Iran," kata Trump, dilansir dari Detikcom.
Trump mengatakan, "Blokade angkatan laut tetap berlaku sepenuhnya," dan menambahkan, "Selat Hormuz terbuka dan beroperasi. Semua ranjau laut telah disingkirkan atau diledakkan."
Trump mengunggah peta di Truth Social yang menunjukkan Selat Hormuz sebagai wilayah baru AS, menegaskan klaim kedaulatan atas jalur perairan penting tersebut.