Empat Penguin Kebun Binatang Yagiyama Sendai Mati Akibat Malaria Burung

Share

Kebun Binatang Yagiyama di Sendai, Prefektur Miyagi, Jepang, kehilangan seluruh koleksi penguinnya setelah empat ekor penguin Humboldt mati mendadak akibat infeksi malaria burung, dilansir dari Detik Travel pada Senin (17/8/2026).

Hasil penyelidikan yang dilakukan Universitas Iwate menunjukkan bahwa kematian hewan air tersebut disebabkan oleh parasit malaria yang ditularkan melalui gigitan nyamuk. Penyakit ini diketahui tidak menular ke manusia, namun dapat berkembang sangat cepat tanpa gejala awal sebelum menyebabkan kematian.

Rangkaian kematian spesies burung ini bermula dari seekor penguin jantan bernama Aramasa. Setelah itu, tiga penguin lainnya mati berturut-turut dalam rentang waktu antara 9 hingga 19 Juli, padahal seluruh populasi tersebut terlihat sehat hingga sehari sebelum kematian.

Pengelola Kebun Binatang Yagiyama menyatakan belum memiliki rencana untuk mendatangkan penguin baru. Pihak pengelola memilih fokus merenovasi dan mendesain ulang area kandang guna mengeliminasi genangan air yang menjadi tempat berkembang biak nyamuk.

Penguin Humboldt (Spheniscus humboldti) merupakan spesies penguin berukuran sedang yang habitat aslinya berada di kawasan pesisir Pasifik Chile dan Peru. Jenis penguin ini memiliki ciri khas garis hitam di dada, pola C putih di kepala, serta bintik-bintik unik di area perut yang berfungsi menyerupai sidik jari.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author