Gempa Magnitudo 7 Guncang NTT 53 Orang Meninggal Dunia
Bencana gempa bumi berkekuatan magnitudo 7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) dan mengakibatkan puluhan korban jiwa serta kerusakan infrastruktur, sebagaimana dilansir dari Detikcom pada Minggu (16/8/2026).
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengonfirmasi bahwa dampak guncangan gempa bumi tersebut menimbulkan korban meninggal dunia dan luka-luka di berbagai kabupaten.
"Total kami mencatat 53 jiwa meninggal dunia dengan rincian, Kabupaten Manggarai Barat, satu jiwa. Kabupaten Manggarai Timur 20 jiwa, Kabupaten Manggarai: 25 jiwa, Nagekeo 1 jiwa, Sikka 4 jiwa, Ende 2 jiwa," ucap Deputi Bidang Pencegahan BNPB Abdul Muhari, dalam konferensi pers, Minggu (16/8).
Anggota DPR RI daerah pemilihan NTT, Andreas Hugo Pareira, menjelaskan bahwa kondisi masyarakat pascagempa masih diselimuti rasa trauma akibat guncangan besar yang dirasakan.
"Situasi di masyarakat di Pulau Flores rata-rata masih trauma dengan goncangan yang sangat besar kemarin, dan sampai saat ini dari informasi saudara-saudara dan teman-teman di sana pun masih terjadi getaran meskipun lebih kecil," ucap dia saat dihubungi, Minggu (16/8/2026).
Ia menambahkan bahwa kondisi warga saat ini tetap berjaga-jaga untuk mengantisipasi potensi gempa susulan.
"Sehingga masyarakat kebanyakan tetap dalam keadaan siaga khawatir terjadi gempa susulan," lanjutnya.
Perkembangan data mengenai jumlah korban juga terus mengalami pembaruan seiring dengan luasnya area terdampak.
"Korban jiwa dan luka-luka berat dan ringan memang berubah terus karena luasnya wilayah dampak dari gempa ini. Namun hari ini nampaknya sudah mulai mereda," imbuh dia.
Penanganan tanggap darurat telah disiapkan oleh berbagai pihak, termasuk pembentukan dapur umum di wilayah terdampak.
"Kemarin dari pagi sekitar jam 06.00 WIB saya ditelepon ketua DPC PDI Perjuangan Nagekeo dalam keadaan panik dan melaporkan situasi gempa tersebut, setelah berkonsultasi dengan DPP Bidang Penanganan Bencana, partai segera menginstruksikan bantuan tanggap darurat untuk masyarakat sehingga di setiap kabupaten dibangunlah dapur-dapur umum. Namun ini tentu jauh dari cukup. Masyarakat pun swadaya untuk saling membantu dan pemda kabupaten, propinsi pun segera turun memberikan bantuan," tutur dia.
Sementara itu, anggota DPR RI dapil NTT lainnya, Benny K Harman, turut menyampaikan rasa simpati atas musibah yang menimpa masyarakat setempat.
"Saya menyampaikan turut berdukacita bersama keluarga yg menjadi korban gempa Flores. Banyak korban jiwa, dan yang kehilangan rumah tinggal," kata Benny saat dihubungi terpisah.
Benny juga menyampaikan apresiasi terhadap perhatian dan bantuan yang dialokasikan pemerintah pusat untuk para korban.
"Kami menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo yang dengan cepat merespons korban bencana Flores juga semua pihak dari seantero negeri yg menunjukkan kepedulian tinggi atas masyarakat Flores yang lagi berduka," ucap dia.
Ia menyoroti tantangan kondisi jalur transportasi yang menghambat penyaluran bantuan ke lokasi bencana.
"Akses infrastruktur juga turut mempersulit mobilisasi bantuan ke beberapa titik bencana," ujar dia.
Proses pencarian dan penanganan korban hingga kini masih terus diupayakan di lokasi-lokasi terdampak.
"Masih ada yang kehilangan keluarga dan belum dievakuasi. Semoga cepat tertangani," imbuh dia.