Kemensos Salurkan Santunan Korban Gempa NTT di Manggarai

Share

Kementerian Sosial menyerahkan santunan awal sebesar Rp 30 juta kepada dua ahli waris korban meninggal dunia akibat gempa bumi di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Minggu (16/8/2026), sebagaimana dilansir dari Detikcom.

"Ini merupakan bentuk kehadiran dan perhatian negara kepada keluarga yang ditinggalkan. Tentu santunan tidak dapat menggantikan kehilangan orang yang kita cintai, tetapi kami berharap bisa sedikit meringankan beban keluarga," kata Agus Jabo Priyono, Wakil Menteri Sosial RI.

Pemerintah menyalurkan bantuan awal sebesar Rp 15 juta untuk masing-masing ahli waris atas nama Antonius dan Aprilianus di Posko Utama Bencana Kabupaten Manggarai. Proses pencairan santunan untuk korban jiwa lainnya akan segera menyusul secara bertahap.

"Pendataan masih berjalan. Setiap korban meninggal dunia yang datanya telah terverifikasi akan kami tindak lanjuti pemberian santunannya," ujar Agus Jabo Priyono, Wakil Menteri Sosial RI.

Pihak kementerian menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan seluruh tahapan bantuan finansial secara transparan dan akuntabel tanpa menunda penanganan para korban.

"Kami ingin prosesnya cepat, tetapi tetap harus akurat dan dapat dipertanggungjawabkan," ujar Agus Jabo Priyono, Wakil Menteri Sosial RI.

Selain memberikan dana kerahiman, Kemensos juga mengalirkan bantuan logistik darurat yang mencakup perlengkapan anak, pakaian, tempat tidur, selimut, serta 1.000 paket sembako untuk memenuhi kebutuhan dasar warga pengungsi.

"Yang paling penting sekarang adalah keselamatan warga dan pemenuhan kebutuhan dasar. Dapur umum, tempat pengungsian, makanan, pakaian, selimut, serta kebutuhan anak-anak harus tersedia," kata Agus Jabo Priyono, Wakil Menteri Sosial RI.

Dalam pelaksanaannya, penanganan darurat bencana ini mengandalkan sinergi lintas lembaga bersama pemerintah daerah setempat serta aparat keamanan di lapangan.

"Kami bekerja bersama pemerintah daerah, Tagana, TNI-Polri dan seluruh unsur yang ada di lapangan," ujar Agus Jabo Priyono, Wakil Menteri Sosial RI.

Data penanganan bencana hingga Minggu (16/8/2026) pukul 19.21 WITA mencatat gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang berpusat di laut timur laut Mbay pada Sabtu (15/8/2026) telah menewaskan 51 orang, melukai 137 orang, dan memaksa 5.659 jiwa mengungsi. Dampak gempa meluas ke tujuh kabupaten di NTT, wilayah NTB, hingga Kepulauan Selayar di Sulawesi Selatan dengan merusak 2.403 rumah warga serta puluhan fasilitas publik.

Untuk menopang kebutuhan warga, Kemensos mengerahkan bantuan logistik senilai total Rp 4,518 miliar dari Kupang, Bekasi, dan gudang daerah setempat, termasuk menyalurkan 48 ton beras reguler serta mengaktifkan dapur umum di Sikka, Manggarai, dan Nagekeo.

"Seluruh sumber daya yang kami miliki kami gerakkan. Kita ingin memastikan masyarakat tidak merasa sendiri menghadapi musibah ini. Negara harus hadir sejak masa tanggap darurat sampai masyarakat dapat kembali pulih," ujar Agus Jabo Priyono, Wakil Menteri Sosial RI.

Proses pendistribusian bantuan saat ini masih menghadapi tantangan penutupan jalur penyeberangan feri akibat cuaca buruk serta terputusnya jaringan listrik dan komunikasi di sejumlah titik lokasi terdampak.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
farhan-dwi-ramadhan
Author