Basarnas Laporkan Dampak Gempa Magnitudo 7 di NTT Terhadap Infrastruktur

Share

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii melaporkan kondisi pasca gempa magnitudo 7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menyebabkan gangguan listrik dan longsor di wilayah Manggarai Timur dan Nagekeo, Minggu (16/8/2026), dilansir dari Detikcom.

Beberapa titik terdampak mengalami kendala jaringan dan akses jalan tertutup longsor yang menyulitkan penanganan di lapangan.

"Kemudian kami sampaikan bahwa kondisi di lapangan, beberapa tempat memang masih terdampak khususnya jalan darat adanya longsoran, begitu juga ada beberapa titik adanya gangguan jaringan dan juga terkendala listrik, khususnya yang ada di Manggarai Timur dan Nagekeo," ujar Syafii dalam rapat koordinasi di Kantor Bupati Manggarai Barat.

Untuk mendukung koordinasi tim SAR, saat ini digunakan fasilitas internet satelit Starlink agar komunikasi antar unsur SAR di Flores tetap terjaga.

"Namun tim SAR masih menggunakan fasilitas Starlink yang bisa terhubung dengan seluruh unsur-unsur potensi SAR yang ada di Flores," tambah Syafii.

Mendagri Tito Karnavian menegaskan pentingnya penanganan segera terhadap kebutuhan dasar seperti listrik dan bahan bakar minyak (BBM) agar proses penyelamatan korban berjalan optimal.

"Tujuan utamanya penyelamatan korban dan memfungsikan yang hal-hal yang mendasar seperti listrik kemudian telekomunikasi, BBM, Logistikan. Mudah-mudahan hari ini bisa 100%," ujar Tito.

Dia juga meminta agar data tentang permasalahan tersebut dipetakan secara detail agar penanganan lebih terfokus dan cepat.

"Kami sarankan untuk betul-betul memetakan permasalahan yang ada dan segera kita bergerak dengan kewenangan kita masing-masing entah itu di Pertamina, di listrik, di jalan, di bidang kesehatan lain-lainnya. Nah, ini yang belum kami tadi belum banyak terdata, tolong terdata khusus," tukas Tito Karnavian.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: Basarnas gempa bumi NTT
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author