Malaysia Amankan Pasokan Bahan Bakar Hingga Juli Melalui Selat Hormuz
Pemerintah Malaysia memastikan ketersediaan pasokan bahan bakar di dalam negeri tetap aman hingga Juli setelah berhasil mempertahankan akses pelayaran terbuka melintasi Selat Hormuz. Jaminan tersebut disampaikan oleh kantor Perdana Menteri Anwar Ibrahim pada Selasa, 26 Mei 2026, sebagaimana dilansir dari Bloombergtechnoz.
Kelancaran distribusi ini terwujud karena kapal dan minyak milik Malaysia termasuk dalam kelompok pertama yang memperoleh izin melintas di jalur laut strategis tersebut. Keberhasilan melewati Selat Hormuz pada awal konflik Iran membuat kapal-kapal lokal kini telah tiba di sejumlah fasilitas kilang minyak di Pengerang, Johor.
Situasi pasokan energi ini terjadi di tengah pemulihan harga minyak dunia akibat serangan militer baru Amerika Serikat di Iran yang memperkecil peluang kesepakatan pembukaan kembali Selat Hormuz dengan Teheran. Lonjakan harga minyak global tersebut memicu pembengkakan tagihan subsidi bensin di Malaysia hingga sepuluh kali lipat dibandingkan periode sebelum krisis.
Kenaikan biaya energi yang tinggi diproyeksikan mulai menekan sektor industri lokal, sehingga mendorong peringatan dari para pejabat mengenai potensi dampak ekonomi yang lebih parah pada akhir tahun ini. Merespons kondisi tersebut, administrasi Anwar Ibrahim mulai memangkas kuota bahan bakar bersubsidi untuk warga serta mengkaji rencana rasionalisasi subsidi bagi kelompok masyarakat berpenghasilan tinggi.