Umat Islam Laksanakan Salat Idul Adha 1447 Hijriah 27 Mei 2026

Share

Umat Islam di Indonesia bersiap melaksanakan ibadah salat Idul Adha 1447 Hijriah yang jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026. Menjelang hari raya kurban tersebut, informasi mengenai panduan ibadah berjemaah mulai banyak dicari masyarakat agar pelaksanaan salat berjalan lancar.

Masyarakat perlu memahami waktu pelaksanaan serta tata cara salat Idul Adha secara tepat sesuai syariat. Hal ini penting dipersiapkan agar seluruh rangkaian ibadah dapat diikuti tanpa terlambat.

Berdasarkan penjelasan fikih dari berbagai sumber keislaman dan keterangan ulama, salat Idul Adha ditunaikan setelah matahari terbit dan naik setinggi tombak. Momen tersebut diperkirakan berlangsung sekitar 15 hingga 20 menit setelah terbitnya matahari atau saat memasuki waktu duha.

Seperti dilansir dari Detikcom, pelaksanaan salat Idul Adha di Indonesia umumnya dimulai berkisar antara pukul 06.00 sampai 07.30 waktu setempat. Perbedaan jam ini menyesuaikan dengan waktu terbitnya matahari di wilayah masing-masing.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menjelaskan bahwa salat Id sebaiknya dilangsungkan ketika kondisi matahari sudah cukup terang. Selain itu, pelaksanaan dimulai setelah para jemaah telah berkumpul di lokasi salat.

Bacaan Niat Salat Idul Adha

Salat Idul Adha merupakan ibadah sunnah dua rakaat yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan secara berjemaah. Jemaah wajib melafalkan niat di dalam hati sesuai dengan posisinya, baik sebagai imam maupun makmum.

Berikut adalah bacaan niat bagi jemaah yang bertindak sebagai makmum:

نَوَيْتُ أَنْ أُصَلِّيَ سُنَّةً لِعِيْدِ الْأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ مَأْمُوْمًا لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu an usholliya sunnatan li'idil adha rak'ataini ma'muman lillaahi ta'aalaa.

Artinya: "Saya niat salat sunnah Idul Adha dua rakaat sebagai makmum karena Allah Ta'ala."

Sementara itu, berikut adalah bacaan niat bagi yang bertindak sebagai imam:

نَوَيْتُ أَنْ أُصَلِّيَ سُنَّةً لِعِيْدِ الْأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu an usholliya sunnatan li'idil adha rak'ataini imaaman lillaahi ta'aalaa.

Artinya: "Saya niat salat sunnah Idul Adha dua rakaat sebagai imam karena Allah Ta'ala."

Tata Cara Pelaksanaan Salat Id

Menurut tuntunan ibadah yang dikeluarkan BAZNAS, salat Idul Adha dikerjakan sebanyak dua rakaat. Ciri khas ibadah ini adalah adanya tambahan takbir pada rakaat pertama dan kedua, yang kemudian ditutup dengan khutbah.

Rangkaian lengkap gerakan dan bacaan salat Idul Adha meliputi sepuluh tahapan utama berikut:

1. Jemaah membaca niat salat Idul Adha di dalam hati.
2. Melakukan takbiratul ihram.
3. Membaca doa iftitah secara khusyuk.
4. Mengucapkan takbir tambahan sebanyak tujuh kali pada rakaat pertama.
5. Membaca Surah Al-Fatihah dilanjutkan dengan surat pendek Al-Qur'an.

6. Melakukan rukuk, iktidal, sujud, duduk di antara dua sujud, lalu berdiri menuju rakaat kedua.
7. Mengucapkan takbir tambahan sebanyak lima kali pada rakaat kedua.
8. Membaca Surah Al-Fatihah dan surat pendek Al-Qur'an.
9. Menyelesaikan seluruh gerakan rakaat kedua hingga diakhiri dengan salam.
10. Mendengarkan penyampaian khutbah Idul Adha oleh khatib.

Ibadah salat Idul Adha sangat dianjurkan untuk diselenggarakan lebih awal. Langkah ini bertujuan memberikan waktu yang lebih panjang bagi masyarakat yang hendak memotong hewan kurban setelah ibadah selesai.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author