Ibu di Bogor Meninggal Usai Selamatkan Anak dari Kebakaran Rumah
Seorang wanita bernama Novi (44) meninggal dunia saat berupaya menyelamatkan anaknya dalam insiden kebakaran rumah di Jalan Layung Sari IV, Empang, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Jawa Barat, pada Jumat (14/8/2026) sekitar pukul 18.28 WIB, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Peristiwa tragis tersebut menghanguskan kediaman korban yang dihuni oleh empat orang. Kobaran api yang melalap bangunan tersebut diduga kuat berasal dari area kamar depan rumah.
Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bogor, Theo Patricino, menjelaskan kronologi awal munculnya titik api berdasarkan keterangan saksi di tempat kejadian perkara.
"Berdasarkan informasi di lokasi, awal terjadi kebakaran menurut saksi yang mengajar mengaji di samping rumah. Api pertama kali berasal dari bagian atas kamar depan rumah yang terbakar," kata Theo Patricino, Sekretaris Dinas Damkar Kota Bogor.
Ia menyampaikan dugaan awal sumber api yang menghanguskan kamar tersebut hingga memicu timbulnya korban jiwa dalam musibah ini.
"Awal api kemungkinan dari kamar tadi yang ada korbannya. Tadi yang menjadi korban ada satu orang ibu-ibu usianya kurang lebih 40-an tahun," kata Theo Patricino, Sekretaris Dinas Damkar Kota Bogor.
Korban sebenarnya sempat berhasil keluar rumah, namun kembali masuk ke dalam bangunan yang terbakar demi menyelamatkan buah hatinya.
"Indikasi dia udah keluar, kembali lagi karena melihat anaknya di dalam," kata Theo Patricino, Sekretaris Dinas Damkar Kota Bogor.
Anak korban dipastikan berhasil diselamatkan dari lahapan si jago merah. Petugas pemadam kebakaran yang menerima laporan dari warga pada pukul 18.29 WIB langsung mengerahkan armada dan tiba di lokasi sepuluh menit kemudian.
"Awal pemadaman pukul 18.40 WIB dan selesai pemadaman pukul 19.10 WIB. Lama pemadaman 30 menit," kata Theo Patricino, Sekretaris Dinas Damkar Kota Bogor.
Proses pemadaman berlangsung lancar hingga kondisi di area permukiman warga tersebut dinyatakan aman. Kerugian materiil akibat bencana kebakaran ini diperkirakan mencapai nilai ratusan juta rupiah.
"Situasi akhir aman terkendali, total kerugian sekitar Rp 300 juta," kata Theo Patricino, Sekretaris Dinas Damkar Kota Bogor.