Gempa Magnitudo 7,7 Guncang Flores Robohkan Bangunan

Share

Guncangan gempa bumi bermagnitudo 7,7 melanda kawasan pesisir Flores, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu pagi waktu setempat. Peristiwa tersebut merobohkan rumah serta gedung fasilitas publik hingga memicu kepanikan warga di wilayah rawan gempa.

Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mencatat pusat gempa berada di kedalaman 10 kilometer dengan episentrum berjarak 68 kilometer arah utara-barat laut Kota Ende. Berdasarkan laporan AP News, guncangan dangkal ini diikuti oleh beberapa kali gempa susulan.

Pemerintah sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk wilayah Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara. Peringatan tersebut kemudian dicabut setelah Badan Meteorologi, Klimatology, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi tidak ada perubahan permukaan laut yang signifikan.

Laporan pendahuluan dari Badan SAR Maumere dan BNPB mengonfirmasi dua warga tewas serta dua lainnya mengalami luka-luka akibat tertimpa reruntuhan bangunan. Tayangan televisi lokal memperlihatkan evakuasi pasien rumah sakit ke luar gedung, di mana petugas medis menyiapkan area perawatan darurat bersama tempat tidur dan tabung oksigen.

Dampak kerusakan parah dilaporkan meluas di berbagai sudut Pulau Flores, termasuk fasilitas umum dan tempat ibadah.

"Banyak bangunan di sini rusak… Saya melihat ruang tunggu di terminal pelabuhan di Maumere telah roboh," kata Yohanna Embu, seorang warga Kabupaten Sikka.

Kerusakan juga terjadi saat para siswa di Seminaris Tinggi St. Petrus Ritapiret Sikka sedang mengikuti misa pagi dan terpaksa menyelamatkan diri ketika atap aula ambruk.

"Para siswa dan biarawati kami berlari keluar dalam keadaan panik di bawah atap yang runtuh," kata Rektor Seminari Ritapiret, Pastor Guidelbertus Tanga.

Satu korban cedera di lingkungan seminari mengalami patah tulang akibat melompat dari lantai dua gedung saat guncangan terjadi.

"Setidaknya satu imam mengalami patah kaki setelah melompat dari lantai dua bangunan saat gempa," kata Pastor Guidelbertus Tanga.

Wilayah kepulauan Indonesia kerap diguncang gempa karena lokasinya yang berada di jalur Ring of Fire Pasifik. Sejarah mencatat pada Desember 1992, gempa kuat yang memicu tsunami pernah menewaskan sekitar 2.500 orang di kawasan tenggara Pulau Flores.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author