Pep Guardiola Siap Tinggalkan Manchester City Usai Cetak Rekor Sejarah

Share

Waktu terus berjalan dan kebersamaan selama satu dekade kini mendekati akhir bagi Pep Guardiola bersama Manchester City.

Seperti dilansir dari Bola, juru taktik asal Spanyol tersebut pertama kali mengemban tugas sebagai arsitek Manchester City pada tahun 2026.

Meski awalnya sempat menuai keraguan, Guardiola berhasil membawa Manchester City mendominasi Premier League hingga meraih kejayaan di panggung Liga Champions.

Kegeniusan sang pelatih terbukti lewat keberhasilan merengkuh gelar kasta tertinggi sepak bola Inggris selama empat musim beruntun.

Pencapaian luar biasa tersebut menjadi rekor baru yang belum pernah diraih oleh pelatih legendaris lain sejak Premier League digulirkan pada 1992.

Sebelum menangani Manchester City, pelatih yang kini menginjak usia 55 tahun itu sudah lebih dulu menukangi Barcelona dan Bayern Munich.

Kini, Guardiola bersiap untuk angkat kaki dari Etihad Stadium meski ikatan kontraknya baru akan selesai pada Juni 2027.

Keputusan untuk berpisah tersebut langsung meluncur dari mulutnya setelah pertandingan terakhir Premier League musim ini.

Momen perpisahan itu terjadi setelah Manchester City menelan kekalahan 1-2 saat berhadapan dengan Aston Villa.

“Saya tidak pernah membayangkan akan menerima begitu banyak kasih sayang. Menjadi pelatih Anda, berada di sini selama 10 tahun, adalah suatu kehormatan yang luar biasa,” ujar Guardiola.

Meski terlihat sangat emosional, pelatih bertangan dingin tersebut berupaya keras untuk membendung tetesan air matanya di depan publik.

Hingga saat ini, pelabuhan baru tempat Guardiola akan melanjutkan karier kepelatihannya masih belum diketahui pasti.

Dunia sepak bola mencatat Guardiola sebagai salah satu inovator yang merevolusi jalannya permainan di dalam lapangan hijau.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Givemesport, juru taktik asal Spanyol ini menempati posisi elite dalam daftar pelatih tersukses sepanjang masa.

Berikut adalah rincian tiga pelatih dengan koleksi trofi terbanyak dalam sejarah sepak bola dunia:

Mircea Lucescu merupakan pelatih sarat pengalaman yang sukses mengoleksi gelar juara di Rumania, Turki, Ukraina, hingga Italia.

Pelatih asal Rumania ini mengawali karier kepelatihannya di tanah kelahiran dengan meraih dua Piala Rumania dan satu trofi liga bersama Dinamo Bucaresti.

Setelah bermigrasi ke Italia, Lucescu sempat menukangi Brescia dan menciptakan program perangkat lunak pemantauan data pertama bernama FARM.

Puncak kesuksesan terbesarnya terjadi saat menukangi Shakhtar Donetsk dengan mendominasi kompetisi domestik Ukraina dan meraih Piala UEFA 2009.

Lucescu menutup karier kepelatihannya pada November 2023 setelah sempat menukangi Zenit St. Petersburg, Timnas Turki, dan Dynamo Kyiv.

Pep Guardiola: 41 Trofi

Pep Guardiola langsung menunjukkan tajinya sejak awal karier dengan membawa tim utama Barcelona meraih treble di musim perdana.

Selama empat tahun di Barcelona, ia mempersembahkan 14 trofi sebelum akhirnya memutuskan hijrah ke raksasa Jerman, Bayern Munich.

Bersama Bayern Munich, Guardiola sukses mendominasi Bundesliga walau perjalanannya di Liga Champions selalu terhenti di babak semifinal.

Warisan emasnya semakin kokoh saat menukangi Manchester City dengan memenangkan enam gelar Premier League dan trofi Liga Champions 2023 di Istanbul.

Kemenangan di Piala Liga 2026 menjadi trofi terbaru yang sekaligus mengukuhkan posisinya sebagai pelatih paling sering memenangkan ajang tersebut.

Sir Alex Ferguson: 49 Trofi

Sir Alex Ferguson menempati posisi teratas sebagai pelatih dengan koleksi gelar juara terbanyak sepanjang sejarah sepak bola.

Ia memulai momentum kesuksesan bersama St. Mirren sebelum akhirnya membawa Aberdeen menumbangkan Real Madrid di Piala Winners Eropa 1983.

Kisah legendarisnya terukir abadi saat menukangi Manchester Unitetd sejak tahun 1986 hingga memutuskan pensiun pada 2013.

Selama rentang waktu tersebut, Setan Merah berhasil mengamankan 38 trofi termasuk dominasi di Liga Premier dan dua gelar Liga Champions.

Ferguson juga sukses membawa Manchester United menjadi Juara Dunia lewat kemenangan di Piala Interkontinental 1999 dan Piala Dunia Antarklub FIFA 2008.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author