Ayam Basah Bandung Ce’Unah Gading Serpong Tawarkan Sensasi Kuliner Juicy

Share

Kuliner ayam goreng basah khas Bandung kini tengah menjadi buruan para pencinta makanan di kawasan Gading Serpong. Menu ini menawarkan sensasi berbeda karena mengedepankan tekstur daging yang tetap berair atau juicy dan bumbu melimpah pada permukaan luar. Seperti dilansir dari Detik Food, salah satu tempat yang ramai dikunjungi adalah restoran Ayam Basah Bandung Ce'Unah di Gading Serpong.

Tempat makan yang beroperasi sejak Juli lalu tersebut bahkan seringkali membuat para pelanggan rela mengantre demi mencicipi hidangannya. Metode pengolahan menu di restoran ini terbilang unik karena tidak menggoreng ayam hingga kering dan garing. Daging ayam hanya dimasak sebentar dalam minyak panas menggunakan api berukuran sedang cenderung kecil agar tekstur kelembutan di dalamnya tetap terjaga.

Ayam Basah Bandung Ce'Unah mengusung konsep rumah makan kasual modern yang dilengkapi pendingin ruangan penuh. Suasana di dalam ruangan didesain menyerupai warung Sunda tradisional melalui aplikasi tembok jerami, perabot meja kursi kayu, serta pajangan menu di dinding.

Area makan indoor ini memiliki kapasitas yang tidak terlalu besar yaitu hanya dapat menampung sekitar 30 orang pelanggan. Kendati demikian, suasana yang ditawarkan tetap memberikan kenyamanan bagi para pengunjung yang datang langsung.

Rahasia Kelembutan Ayam yang Diungkep 20 Jam

Restoran ini mengandalkan bahan baku utama berupa ayam pejantan untuk seluruh menu yang ditawarkan kepada konsumen. Pihak pengelola menyediakan porsi potongan dada dan paha, di mana bagian paha biasanya menjadi menu yang paling cepat habis terjual.

Meskipun ayam pejantan aslinya berkarakter padat dan berserat, proses memasak yang diterapkan membuat dagingnya menjadi sangat empuk layaknya ayam broiler. Supervisor restoran, Ari, menyatakan bahwa rahasia kelembutan daging dan kuatnya resapan bumbu tersebut berasal dari proses ungkep selama 20 jam.

Hidangan ini memiliki cita rasa dominan manis yang dipadukan dengan sensasi gurih tipis. Sajian ayam basah menjadi semakin kaya rasa apabila disantap bersama siraman bumbu hitam ala bebek Madura yang ditaruh di atas nasi putih.

Empat Varian Sambal dan Menu Pendamping Tradisional

Para pengunjung juga disuguhkan empat macam sambal tradisional yang bisa diambil kembali sepuasnya oleh konsumen. Pilihan tersebut meliputi Sambal Sukabumi dengan paduan tomat terasi, Sambal Garut dari cabai ijo, Sambal Bandung jenis dadak, dan Sambal Indramayu yang memiliki level kepedasan paling tinggi. "Jadi sebenarnya kita punya empat sambal.

Tapi cuma tiga yang disajiin di piring, mulai dari sambal Sukabumi, Samabal Garut, dan Sambal Bandung. Sambal Indramayu gak disajiin karena paling pedas. Takutnya gak semua orang bisa makan.

Cuma kalau mau, bisa minta saja," kata Ari kepada Detik Food.

Selain menu utama, rumah makan ini menyediakan alternatif hidangan lain berupa ayam goreng tepung tipis beraroma ketumbar kuat. Terdapat pula aneka hidangan pelengkap tradisional seperti tumis Rebon Cabe Gendot yang pedas menyengat, Sayur Asem berkuah oranye pekat, Telur Barendo, serta Tahu Susu. Sebagai hidangan penutup, konsumen bisa memesan Es Ce'Unah yang berisi campuran nangka, kelapa, nata de coco, pacar cina, santan, dan potongan mochi. Pengunjung disarankan datang lebih awal atau sekitar pukul 15.00 WIB guna menghindari antrean panjang.

Informasi Operasional Ayam Basah Bandung Ce'Unah
Detail Informasi Keterangan Layanan
Lokasi Alamat Aniva Junction Blok FA no 36, Gading, Kec. Serpong, Kabupaten Tangerang, Banten 15339
Akun Instagram @ayambasah.ceunah
Jam Operasional Setiap hari pukul 10.00 – 22.00 WIB
Estimasi Harga Rp 15.000 – Rp 37.000 an
Fasilitas Utama Area makan indoor Ber-AC, Area parkir, Toilet
Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author