Pemerintah Berencana Membatasi Pembelian BBM Subsidi Jenis Pertalite

Share

Pemerintah berencana memperketat penyaluran BBM subsidi jenis Pertalite agar lebih tepat sasaran, seperti dilansir dari Detik Oto. Langkah pembatasan ini menargetkan kelompok masyarakat berkecukupan agar tidak lagi menikmati BBM subsidi RON 90 tersebut.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengonfirmasi pembahasan skema pengurangan penyaluran Pertalite untuk golongan ekonomi kelas atas usai menggelar rapat koordinasi bersama Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.

"Jadi tadi kita bahas kemungkinan implementasi pembatasan subsidi Pertalite untuk yang tingkat atas, mungkin yang desil 9-10. Supaya nanti, bukan sekarang ya, beberapa bulan kemudian kita bisa kurangi secara bertahap," kata Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.

Berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), desil merupakan pengelompokan kesejahteraan keluarga. Kelompok desil 9 dan desil 10 merepresentasikan 10 persen populasi dengan tingkat kesejahteraan tertinggi di Indonesia.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menekankan bahwa penataan sistem distribusi ini krusial agar anggaran subsidi BBM bernilai ratusan triliun rupiah dapat disalurkan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

"Masa orang kaya harus kita subsidi, contoh Pertalite, desil 9, desil 10 masih kena, masih dapat subsidi. Nah ini yang kita mulai bahas sistemnya segala macam. Supaya apa? Angka subsidi yang ratusan triliun ini betul-betul diberikan kepada saudara-saudara kita yang berhak menerimanya," kata Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM.

Meski mekanisme mendetail masih digodok, pembatasan penyaluran BBM subsidi tersebut bakal diterapkan berdasarkan jenis kendaraan yang dikonsumsi masyarakat.

"Nanti menyangkut pembatasan itu nanti kan ada jenis kendaraan. Jangan pakai BMW, pakai Mercy, masa pakai minyak subsidi. Itu yang dimaksudkan oleh Pak Menteri (Keuangan)," kata Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM.

Rencana regulasi ini berkaitan dengan revisi Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran BBM. Pembatasan berbasis kapasitas mesin (cc) diproyeksikan mampu menekan konsumsi BBM subsidi hingga 15 persen.

"Kalau berdasarkan CC dan jenis kendaraan itu potensi hematnya, hitungan kami itu 10-15% daripada volume," kata Satya Widya Yudha, Anggota Dewan Energi Nasional (DEN).

Wacana pembatasan Pertalite sebelumnya mengemuka untuk kendaraan roda empat dengan kapasitas mesin di atas 1.400 cc, sedangkan untuk Solar subsidi dibatasi maksimal 2.000 cc.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: BBM Subsidi ekonomi Pertalite
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author