Mourinho Ungkap Perselisihan Transfer Abramovich di Dokumenter Netflix

Share

Pelatih Real Madrid Jose Mourinho mengungkapkan detail baru mengenai perselisihannya dengan mantan pemilik Chelsea, Roman Abramovich, melalui serial dokumenter tiga episode yang tayang di platform Netflix mulai Selasa, 11 Agustus 2026.

Serial dokumenter garapan sutradara Joe Pearlman dan produser John Battsek tersebut mengulas perjalanan karier kepelatihan Mourinho dari FC Porto hingga kiprahnya kembali menangani Real Madrid dengan kontrak hingga 2029.

Dalam dokumenter itu, Mourinho membeberkan bahwa campur tangan Abramovich dalam urusan tim menjadi pemicu keretakan hubungan mereka, terutama terkait transfer penyerang Ukraina Andriy Shevchenko senilai 30 juta pound sterling pada Mei 2006.

Shevchenko tercatat hanya mencetak sembilan gol dalam 48 laga Liga Primer Inggris selama tiga tahun berseragam Chelsea, hasil yang sangat jauh dari ekspektasi klub.

"Abramovich memiliki kecintaan yang luar biasa terhadap sepak bola, tetapi ia tidak memahami keadaan yang sebenarnya," kata Mourinho.

Mourinho menegaskan bahwa perekrutan Shevchenko sejatinya dilakukan akibat dorongan relasi pemilik klub dan agen pemain, meski ia merasa bersalah karena tidak menentangnya secara terbuka.

"Nama Shevchenko muncul karena hubungan sang pemilik dan para agen pemain. Aku sama sekali tidak ingin merekrutnya, tetapi aku tidak menolaknya secara terbuka, jadi hal itu juga merupakan bagian dari tanggung jawabku," ujar Mourinho.

Sebagai gantinya, Mourinho mengeklaim bahwa dirinya telah membidik penyerang Kamerun Samuel Eto'o untuk mengisi lini depan Chelsea kala itu.

"Kalian ingin tahu pemain yang ingin aku datangkan? Dia adalah Samuel Eto'o," tutur Mourinho.

Eto'o pada akhirnya bergabung dengan Mourinho di Inter Milan dan sukses meraih treble winner pada 2010, termasuk menyingkirkan Chelsea di babak 16 besar Liga Champions pada musim 2009-2010 dengan agregat 3-1.

"Aku bermain melawan Roman dalam pertandingan itu. Aku bermain melawan pria yang memecatku. Aku ingin pulang ke rumah dengan bahagia sementara ia pulang dengan sedih; karena aku tahu betapa besar cintanya kepada Chelsea dan betapa besar kegemarannya akan kemenangan," kata Mourinho.

Mourinho menegaskan bahwa motivasi besarnya saat menundukkan Chelsea di Stamford Bridge dipicu oleh keinginan kuat untuk membalas perlakuan manajemen mantan klubnya tersebut.

"Aku butuh balas dendam, karena sepak bola milik orang-orang sepertiku. Adapun yang lainnya, mereka adalah penyusup yang tidak termasuk dalam dunia ini," tegas Mourinho.

Pelatih berusia 63 tahun itu menutup keterangannya dengan menegaskan filosofi utamanya mengenai kepemilikan sepak bola bagi para pelaku industri olahraga tersebut.

"Sepak bola milik para pemain, pelatih, dan suporter, dan akan selalu menjadi milik kita," ucap Mourinho.

Dokumenter produksi Ventureland ini memuat wawancara dengan sejumlah tokoh sepak bola seperti Sir Alex Ferguson, John Terry, Frank Lampard, Didier Drogba, Zlatan Ibrahimovic, hingga Iker Casillas.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: Chelsea jose mourinho Netflix
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author