Israel Tingkatkan Serangan Militer ke Lebanon di Tengah Negosiasi
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan peningkatan intensitas serangan militer terhadap kelompok Hizbullah di Lebanon pada Senin (25/5), dilansir dari Bloombergtechnoz.
Langkah ini diambil di tengah proses negosiasi intensif antara Amerika Serikat dan Iran yang bertujuan untuk mengakhiri konflik di kawasan Timur Tengah.
Iran menuntut penghentian permusuhan di Lebanon sebagai syarat kesepakatan damai dengan AS guna membuka kembali Selat Hormuz.
Rancangan draf potensial tersebut mencakup klausul penghentian perang antara Israel dan Hizbullah yang didukung oleh Teheran.
Sebelumnya, Netanyahu melakukan komunikasi via telepon dengan Presiden AS Donald Trump pada Sabtu malam guna membahas draf perjanjian tersebut.
"menegaskan kembali hak Israel untuk membela diri dari ancaman di setiap medan perang, termasuk Lebanon." klaim Netanyahu mengenai pernyataan Trump.
Netanyahu menambahkan bahwa dirinya dan Trump menyepakati tujuan akhir dari kesepakatan dengan Iran.
"harus melenyapkan ancaman nuklir." cetus Netanyahu terkait kesepakatan final tersebut.
Sementara itu, harga minyak mentah dunia tertahan melemah sebagai respons atas tanda kemajuan negosiasi gencatan senjata AS-Iran serta rencana pembukaan Selat Hormuz.
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengumumkan serangan udara terhadap 70 titik infrastruktur Hizbullah di Lebanon selatan pada Senin.
Gempuran ini menjadi balasan atas peluncuran drone peledak dan tembakan roket Hizbullah ke wilayah Israel.
Serangan udara tersebut menyasar 10 pusat komando, fasilitas penyimpanan senjata, serta logistik Hizbullah, dan menewaskan beberapa milisi.
Militer Israel juga mengeluarkan perintah evakuasi bagi warga di 10 desa Lebanon selatan karena dugaan pelanggaran gencatan senjata sejak April.
Konflik bersenjata kedua pihak pertama kali pecah pada awal Maret dipicu aksi balas dendam Hizbullah atas tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran.
Beberapa jam setelah pengumuman Netanyahu, suara ledakan keras dilaporkan terdengar di sekitar Selat Hormuz, termasuk di dekat kota Sirik, Jask, dan Bandar Abbas.
Media pemerintah Iran menyebut jet tempur AS dan Israel menargetkan beberapa kapal Iran di selatan Pulau Larak yang menewaskan personel militer.