Harga Minyak Dunia Melemah Menyusul Kemajuan Negosiasi Gencatan Senjata

Share

Penurunan harga minyak mentah dunia terus berlanjut di tengah indikasi kemajuan negosiasi perpanjangan gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran pada Selasa, 26 Mei 2026. Langkah diplomasi ini juga berupaya membuka kembali jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz.

Perdagangan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berada di kisaran US$91 per barel setelah mengalami depresiasi tajam pada awal pekan. Sementara itu, komoditas minyak jenis Brent ditutup pada posisi sekitar US$96 per barel, sebagaimana dilansir dari Bloombergtechnoz.

Proses negosiasi ini mendapatkan respons langsung dari pemimpin negara yang terlibat dalam ketegangan politik tersebut. Hubungan kedua negara diharapkan membaik demi menstabilkan pasokan energi global global.

"berjalan dengan baik," kata Donald Trump, Presiden AS pada Senin.

Meskipun memberikan pernyataan positif terkait perkembangan dialog, pemimpin Amerika Serikat tersebut tetap melontarkan ancaman. Pihaknya bersiap melancarkan serangan baru apabila pembicaraan bilateral tersebut berujung pada kegagalan.

Indikasi kesepakatan yang kian dekat juga dikonfirmasi oleh pihak penengah. Peran mediasi dalam konflik ini diambil alih oleh otoritas militer dari negara kawasan Asia Selatan.

"berjalan dengan baik," kata Donald Trump, Presiden AS pada Senin.

Kepala militer Pakistan yang bertindak sebagai mediator utama menyampaikan laporan tersebut kepada pihak China. Kendati negosiasi berjalan, situasi di lapangan dilaporkan masih menunjukkan tanda-tanda ketegangan militer.

Kantor berita semi-resmi Fars mengabarkan adanya suara ledakan keras di sekitar Selat Hormuz, tepatnya di dekat kota pesisir Iran, Sirik dan Jask. Selain itu, media pemerintah Nour News melaporkan pesawat tempur AS dan Israel menyerang sejumlah kapal Iran di selatan Pulau Larak.

Ketegangan yang telah berlangsung selama tiga bulan ini sebelumnya sempat memicu lonjakan harga minyak global. Selat Hormuz merupakan pelayaran vital yang menjadi jalur distribusi bagi seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia, namun saat ini masih ditutup akibat blokade ganda AS dan Iran.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author