Prof Agus Purwanto Raih Indonesia Innovator Awards 2026 dari BRIN
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memberikan penghargaan Indonesia Innovator Awards 2026 kepada Prof Dr Eng Agus Purwanto ST MT dari Universitas Sebelas Maret (UNS), bertepatan dengan Hari Teknologi Nasional 2026.
Kepala BRIN, Arif Satria, menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan acara tahunan yang mengapresiasi periset dan akademisi dengan kemampuan inovasi.
"Inovasi itu sangat penting dan sudah masuk pada hilirisasi. Jadi ini ekosistem ini akan terus kita kembangkan, budaya untuk mengapresiasi akan terus kita lakukan," ujar Arif di Jakarta, Senin (10/8/2026), saat acara Indonesia Innovator Award dan Indonesia Innovator Lecture 2026.
Arif juga mengucapkan selamat kepada Prof Agus Purwanto atas penghargaan yang diterimanya.
Prof Agus menyampaikan terima kasih kepada BRIN, LPDP, tim peneliti, mitra startup, dan keluarga dalam kesempatan penerimaan penghargaan.
"Saya tidak menyangka bisa menerima award ini dan mudah-mudahan ini bisa menjadi penyemangat bagi kami. Tidak lupa saya mengucapkan terima kasih kepada terutama rekan tim peneliti kami, mitra-mitra startup, tim start up yang dengan semangatnya masih bisa berkarya," kata Agus.
Penghargaan ini menjadi motivasi bagi Agus dan para peneliti yang menghadapi tantangan penelitian.
"Bisa menjadi inspirasi mungkin bagi adik-adik peneliti yang lebih muda bahwa tantangan di depan tidak harus kita putus asa tetapi tantangan yang kita hadapi harus kita buktikan, harus kita pecahkan dan harus kita cari solusinya semata-mata karena pengabdian kita kepada negara," ujarnya.
Prof Agus Purwanto adalah Guru Besar Teknik Kimia UNS yang menyelesaikan S1 dan S2 di ITS serta meraih gelar doktor di Hiroshima University, Jepang, pada 2008.
Sejak 2020, ia memimpin Pusat Unggulan Iptek Perguruan Tinggi Teknologi Penyimpanan Energi Listrik UNS, pusat pengembangan baterai dan penyimpanan energi di Indonesia.
Pengembangan teknologi baterai litium oleh Agus sudah dimulai sejak 2012, sebagai solusi penyimpanan energi berkelanjutan yang dibutuhkan masyarakat dan industri.
"Riset baterai litium ini saya mulai dari tahun 2012 dan pada saat itu berkaitan dengan penugasan kami dari Universitas Sebelas Maret dalam proyek mobil listrik nasional. Pada saat kita beralih dari energi fosil ke energi terbarukan dalam insular panel, energinya berlangsung secara intermittent sehingga perlu energy storage. Nah, base ini menjadi salah satu solusi dari baterai ini," jelasnya.
Agus juga membangun sejumlah perusahaan rintisan di bidang material, pembuatan sel dan pack baterai, serta aplikasi kendaraan listrik.
Melalui pusat unggulan tersebut, ia mengembangkan platform teknologi baterai litium nasional berbasis sumber daya lokal dan bersama mitra industri serta startup, riset ini diproyeksikan maju ke hilirisasi.
Informasi ini dilansir dari Detikcom.