Académico de Viseu Tahan Imbang Benfica 2-2 di Stadion Luz
Keuntungan diraih Académico de Viseu setelah menahan imbang Benfica dengan skor 2-2 pada laga pembuka Liga Portugal di Stadion Luz yang digelar tanpa penonton, Minggu (9/8/2026).
Pelatih Académico de Viseu Bruno Pinheiro mengakui bahwa situasi tribun yang kosong sangat membantu timnya mengatasi tekanan dari tuan rumah Benfica sepanjang pertandingan.
Strategi bertahan yang diterapkan mampu meredam dominasi permainan lawan, meski perbedaan ritme kompetisi terasa sangat signifikan bagi skuad yang baru kembali ke kasta tertinggi setelah 37 tahun.
"Pertama-tama, ini pertandingan yang sangat sulit dari segi fisik, ada perbedaan besar dalam ritme kompetitif, tetapi selamat kepada para pemain atas kemampuan mereka menderita. Kami menderita saat harus menderita dan kami bermain saat harus bermain. Sangat bagus bisa membawa Ac.
Viseu berada di I Liga setelah 37 tahun. Benfica mengubah struktur bertahan mereka, yang membuat bek sayap kami tidak bisa bertahan, jadi kami menerapkan garis lima bek untuk mencegah mereka mendapatkan situasi satu lawan satu dan umpan silang dengan mudah. Meski begitu kami tetap kebobolan gol 1-1, gol indah dari Prestiani, tetapi strateginya memang untuk mematikan lebar lapangan Benfica," kata Bruno Pinheiro, Pelatih Académico de Viseu.
Untuk membongkar pertahanan Benfica, tim tamu mengandalkan umpan-umpan panjang ke lini depan guna memanfaatkan celah di area belakang bek lawan.
"Kami selalu mencoba bermain dengan bola, memancing lawan, dan keluar dari tekanan. Tidak selalu berhasil karena kami masih sangat 'hijau', kami mencoba bermain panjang ke João Guilherme dengan pemikiran dia akan unggul atas Dahl. Dia memenangkan beberapa duel, menciptakan beberapa ancaman, dan ketika ada tekanan, itulah strateginya," ujar Bruno Pinheiro, Pelatih Académico de Viseu.
Atmosfer stadion yang sepi tanpa kehadiran pendukung Benfica diakui memberikan ruang komunikasi yang lebih efektif bagi jajaran pelatih dalam mengarahkan para pemain di lapangan.
"Itu menguntungkan karena pendukung Benfica bisa saja menciptakan suasana yang membuat para pemain mereka tampil lebih bersemangat. Kami kemungkinan bisa mengakhiri babak pertama dengan tertinggal tiga atau empat gol dan pulang dengan kekalahan telak. Tanpa penonton, hal itu memungkinkan kami melakukan koreksi, berkomunikasi, dan mengelola situasi yang sulit dilakukan jika stadion penuh. Tidak perlu munafik, bagi kami itu sangat menguntungkan," kata Bruno Pinheiro, Pelatih Académico de Viseu.