Mikel Arteta Ungkap Momen Kunci Arsenal Segel Gelar Premier League

Share

Manajer Arsenal, Mikel Arteta, membagikan momen krusial yang membuat dirinya sangat percaya diri bahwa timnya akan keluar sebagai kampiun Premier League musim ini.

Keyakinan tersebut rupanya tidak muncul ketika skuad berjuluk The Gunners tengah memuncaki klasemen ataupun saat mereka merayakan kemenangan besar.

Dikutip dari Bola, kepastian gelar juara diperoleh Arsenal setelah melalui persaingan sengit dengan Manchester City, sekaligus mengakhiri dahaga trofi liga yang berlangsung sejak tahun 2004.

Hasil imbang yang didapat Manchester City saat bersua Bournemouth pada laga tengah pekan lalu membuat Arsenal resmi mengunci gelar juara tanpa perlu melewati drama di pekan pemungkas.

Kendati demikian, Mikel Arteta mengaku sudah memiliki keyakinan kuat sejak satu bulan terakhir bahwa anak asuhnya akan mengangkat trofi.

Mikel Arteta menjelaskan dalam sebuah wawancara bersama beIN SPORTS bahwa benih keyakinan tersebut sebetulnya sudah mulai dirasakan sejak masa pramusim.

"Momen pertama mungkin datang ketika kami berkumpul pada pramusim, seminggu sebelum melawan Manchester United," kata Arteta.

"Saya mengumpulkan semua pemain dan bertanya apa yang siap mereka lakukan untuk tim."

"Mereka siap melakukan apa pun untuk tim dan saat itu saya tahu kami punya peluang besar untuk bersaing di semua kompetisi karena kami memiliki kedalaman skuad dan kualitas yang cukup," ungkapnya.

Arsitek taktik berusia 44 tahun tersebut menilai respons yang diberikan oleh anak asuhnya sangat luar biasa dan terbukti lewat konsistensi di lapangan.

"Respons mereka luar biasa dan bukan sekadar kata-kata. Sangat mudah mengatakannya dalam pertemuan, tetapi yang sulit adalah mempertahankannya sepanjang musim selama 10 mental," ucapnya.

"Pemain pantas mendapat pujian besar karena mereka melakukannya dengan cara yang luar biasa."

Titik Balik Setelah Takluk dari Pesaing Utama

Meskipun demikian, momen yang benar-benar meneguhkan iman Mikel Arteta justru hadir sesaat setelah Arsenal menelan kekalahan dari sang rival, Manchester City.

"Saat kami kalah dari Manchester City, hari itu saya langsung berpikir, 'kami akan menjadi juara'," ujar Arteta.

"Saya melihat para pemain di ruang ganti dan ingin melihat reaksi mereka sebelum saya mengatakan apa pun."

"Saya bisa melihat mereka sangat terpukul, tetapi pada saat yang sama mereka sadar bahwa kami bisa mengalahkan Manchester City dan kami bisa lebih baik dari mereka," ungkap Arteta.

Kekalahan tersebut diakui Mikel Arteta justru memperjelas fokus skuad untuk segera bangkit dan mengunci gelar juara.

"Kami sadar peluang juara masih ada di tangan kami sendiri dan kami hanya perlu melakukan apa yang diperlukan untuk menjadi juara."

"Setelah itu, fokus kami langsung berubah ke apa yang dibutuhkan untuk memenangkan liga dan respons tim langsung terlihat."

"Sejak saat itu saya merasa kami akan sangat dekat dengan gelar," lanjut pelatih berusia 44 tahun itu.

Kisah Emosional di Balik Laga Penentu

Mikel Arteta juga membeberkan cerita emosional saat momen penentuan juara berlangsung, di mana dirinya memilih untuk memisahkan diri dari tim.

Mantan kapten Arsenal itu awalnya berniat menonton laga penentu bersama seluruh staf dan skuad di Sobha, namun ia mendadak memutuskan pulang demi menjaga atmosfer energi di lokasi tersebut.

"Saya seharusnya berada di Sobha bersama pemain dan staf karena itu yang mereka inginkan, tetapi saya tidak bisa," katanya.

"Sekitar 20 menit sebelum pertandingan dimulai, saya memutuskan pergi."

"Saya merasa tidak bisa membawa energi yang saya inginkan dan saya pikir itu juga momen bagi mereka untuk bersama-sama menikmati semuanya," ungkap mantan gelandang Everton dan Arsenal itu.

Keputusan untuk pulang ke rumah membawa pengalaman tersendiri bagi Mikel Arteta yang memilih menyibukkan diri di halaman belakang.

"Saya pergi ke taman belakang rumah, menyalakan api, lalu mulai membuat barbecue. Saya sama sekali tidak menonton pertandingan," akunya.

"Saya hanya mendengar suara-suara dari ruang keluarga, lalu tiba-tiba keajaiban itu datang."

Detik-detik perayaan gelar juara di kediamannya digambarkan Mikel Arteta sebagai momen yang sangat berkesan.

"Anak laki-laki saya yang paling besar membuka pintu taman, berlari ke arah saya sambil menangis, lalu memeluk saya dan berkata, 'Kita juara, Ayah.'

"Dua anak saya yang lain dan istri saya kemudian datang menghampiri. Itu momen yang indah."

"Hanya melihat kebahagiaan mereka, yang selalu mendampingi saya, rasanya benar-benar ajaib," kata Arteta.

Arsenal akhirnya menutup perjalanan mereka di pentas Premier League dengan memetik kemenangan 2-1 atas Crystal Palace melalui gol Gabriel Jesus dan Noni Madueke, sebelum diperkecil oleh Jean-Philippe Mateta.

Setelah memastikan trofi domestik aman di tangan, fokus armada Arsenal kini langsung beralih sepenuhnya ke pertandingan final Liga Champions menghadapi Paris Saint-Germain yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (30-5-2026).

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author