Polisi Selidiki Dugaan Penipuan Wedding Organizer di Jakarta Timur

Share

Aparat Kepolisian Resor Metro Jakarta Timur menyelidiki dugaan penipuan oleh penyedia jasa pernikahan atau wedding organizer terhadap pasangan pengantin Aldi dan Feny pada Senin (25/5/2026). Penyelidikan dilakukan dengan rencana memeriksa kantor pelaku yang berlokasi di kawasan Jakarta Garden City, Jakarta Timur, dilansir dari Detikcom.

Pihak kepolisian bergerak setelah menerima laporan resmi dari sepasang suami istri yang menjadi korban satu hari pasca-pernikahan mereka. Kasus ini juga sempat menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah vendor tersebut diduga melarikan diri menjelang hari pelaksanaan acara.

"Kita rencana hari ini mau mengecek terlebih dahulu, kan katanya kantornya ada di JGC. Kita mau cek kantornya di JGC seperti apa," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur Bayu Kurniawan saat dihubungi, Senin (25/5/2026).

Kepolisian saat ini tengah mengumpulkan informasi awal mengenai keberadaan fisik dari kantor penyedia jasa tersebut. Langkah ini diambil guna memastikan validitas operasional dari pihak terlapor.

"Katanya kan si korban sempat fitting baju di kantornya di JGC. Kita mau cek dulu ke sana, benar nggak ada kantornya di sana. Dalam rangka mencari informasi juga, karena baru kemarin baru kita terima laporannya," ujar Bayu Kurniawan, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur.

Pemeriksaan terhadap sejumlah saksi telah berjalan untuk mendalami kronologi kejadian penipuan tersebut. Hingga kini, total tiga orang saksi telah dimintai keterangan oleh penyidik, termasuk kedua korban selaku pelapor.

"Jadi sebelum berlangsung pernikahan, korban sempat menemui si pihak WO, dia sempat menemui. Seperti itu, sebelum pernikahannya berlangsung, nggak ada kabar, dan hilang, dia (korban) tetap melangsungkan pernikahannya tanggal 23, kemarin tanggal 24 dia bikin laporan polisi sore," jelas Bayu Kurniawan, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur.

Di sisi lain, korban menjelaskan bahwa kerugian materi yang mereka alami mencapai puluhan juta rupiah. Korban awalnya tergiur setelah melihat promosi paket pernikahan yang ditawarkan melalui media sosial.

"Awalnya, saya dapat info dari Instagram. Setelah lihat daftar harga (price list) dan paket-paketnya, saya bayar DP dulu. Total kerugian Rp 85,5 juta," kata Feny, dilansir kantor berita Antara, Senin (25/5).

Kecurigaan korban mulai muncul sejak sesi rapat persiapan yang berjalan singkat secara daring hingga adanya tagihan gedung yang belum dilunasi. Korban mendapati kantor pelaku sudah dalam kondisi kosong ketika didatangi pada H-1 acara pernikahan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author