Cara Menjawab saat Dituduh Terlalu Sensitif Menurut Psikolog
Menyampaikan emosi atau pandangan kerap mendatangkan komentar seperti tuduhan terlalu sensitif dari orang sekitar. Padahal, memiliki kepekaan tinggi terhadap perasaan sendiri maupun orang lain bukanlah sebuah kesalahan.
Pandangan negatif ini kerap datang dari pasangan, kerabat, hingga kawan kerja. Dilansir dari HaiBunda, psikolog Dr. Alexandra Solomon membagikan beberapa opsi respons untuk menghadapi situasi tersebut secara bijak.
Pilihan jawaban pertama bisa digunakan saat ingin memahami sudut pandang lawan bicara yang dipercaya berniat baik.
"Hmm..Menarik. Aku penasaran ingin mendengar lebih banyak tentang perspektif kamu," ujar Solomon.
Jawaban berikutnya menekankan pada penerimaan diri tanpa perlu membela diri secara berlebihan.
"Kamu benar. Aku memang orang yang sensitif. Dan apa yang kamu lakukan memang menyakiti perasaanku," tuturnya.
Alternatif lain adalah mendengarkan tanpa terpancing emosi untuk menghindari konflik terbuka.
"Aku paham kalau menurutmu aku terlalu sensitif. Tapi, aku tidak setuju," jelasnya.
Selain itu, komunikasi juga bisa diarahkan untuk mengajak lawan bicara mengevaluasi cara penyampaian mereka.
"Aku paham kalau menurutmu aku terlalu sensitif. Tapi, bisa jadi cara penyampaianmu juga terlalu kasar," tambahnya.
Perbedaan respons emosional antarindividu merupakan hal wajar yang perlu dihargai bersama.
"Kalau posisinya dibalik, mungkin kamu memang tidak akan merasakan hal yang sama denganku. Tapi, itu bukan berarti perasaanku berlebihan atau tidak valid," ungkap Solomon.
Emosi mendalam juga dapat menjadi sarana refleksi internal bagi kedua belah pihak.
"Kalau aku bersedia mencari tahu kenapa emosiku begitu kuat, apakah kamu juga bersedia mencari tahu kenapa kamu merasa perlu mengkritik reaksiku?" kata Solomon.
Penilaian negatif dari orang lain kerap kali merupakan proyeksi dari hambatan emosional mereka sendiri.
"Menurutmu aku terlalu sensitif. Aku jadi bertanya-tanya, apakah melihatku menunjukkan rasa sakit membuatmu tidak nyaman karena selama ini kamu selalu berusaha menahan emosimu sendiri?" pungkasnya.