Donald Trump Umumkan Kesepakatan Pelucutan Senjata Hamas di Gaza

Share

Presiden AS Donald Trump mengumumkan pencapaian kesepakatan oleh Dewan Perdamaian mengenai pelucutan senjata secara menyeluruh bagi Hamas dan kelompok bersenjata lain di Gaza, seperti dilansir dari Detikcom.

Pengumuman ini dikonfirmasi oleh seorang pejabat senior Hamas yang menyatakan bahwa kelompoknya akan segera merilis pernyataan resmi terkait kesepakatan tersebut. Pelucutan senjata dan rekonstruksi Gaza menjadi bagian dari tahap kedua kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi oleh Amerika Serikat.

Tahap awal pelucutan senjata akan dimulai dari kelompok-kelompok bersenjata yang lebih kecil sebelum Hamas membongkar infrastruktur militer berskala besar miliknya. Proses tersebut mencakup pembongkaran jaringan terowongan, gudang senjata, hingga fasilitas produksi yang diperkirakan memakan waktu lebih lama.

Donald Trump menegaskan bahwa penarikan militer Israel dari wilayah Gaza hanya akan dieksekusi setelah seluruh proses pelucutan senjata tersebut selesai.

"Pasukan Stabilisasi Internasional akan bekerja sama dengan kepolisian baru Palestina untuk mengamankan Gaza bagi warga dan penduduk di sekitarnya," kata Trump, Presiden AS.

Pemerintah AS menekankan bahwa cetak biru perdamaian dirancang dengan prinsip verifikasi ketat tanpa kepercayaan awal, sehingga kedua belah pihak dilarang beranjak ke tahap berikutnya sebelum menuntaskan kewajiban masing-masing.

Dewan Perdamaian menyatakan bahwa peta jalan ini merupakan langkah penting dalam mewujudkan perdamaian jangka panjang di kawasan tersebut.

"Peta Jalan ini merupakan terobosan bersejarah. Untuk pertama kalinya, Hamas secara resmi berkomitmen pada rencana yang dapat dilaksanakan untuk melepaskan seluruh persenjataannya, yang kemudian akan diikuti oleh penarikan pasukan Israel dari Gaza," kata Board of Peace, Dewan Perdamaian.

Meski perundingan menunjukkan kemajuan, serangan militer masih terus terjadi di Gaza. Data PBB mencatat sepanjang 10 Oktober 2025 hingga 22 Juli 2026, operasi militer Israel telah mengakibatkan 1.180 orang tewas dan 3.810 lainnya luka-luka.

Sementara itu, Indonesia menegaskan posisinya terkait pengerjaan misi Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) di Jalur Gaza.

"National caveats juga sudah kami sampaikan kepada ISF, bahwa kami tidak melakukan operasi militer," kata Sugiono, Menteri Luar Negeri.

Sikap tersebut menegaskan penolakan Indonesia untuk terlibat dalam operasi melucuti senjata para kombatan di wilayah Palestina.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author