Pemkab Muna Barat Perluas Lahan Sekolah Rakyat Jadi 10 Hektare
Pemerintah Kabupaten Muna Barat memperluas lahan pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Desa Sawerigadi, Kecamatan Barangka, dari 6 hektare menjadi 10 hektare. Penambahan lahan dilakukan untuk mengakomodasi peningkatan kapasitas daya tampung dari 1.000 menjadi 2.000 siswa sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono memastikan usulan pembangunan fasilitas berasrama berskala besar tersebut sedang diproses oleh Kementerian Sosial. Proyek ini ditargetkan masuk tahap tender pada Oktober 2026 setelah seluruh kelengkapan administrasi diserahkan ke Kementerian Pekerjaan Umum.
Lokasi tanah milik Pemkab Muna Barat tersebut dinilai sangat strategis karena hanya berjarak sekitar satu kilometer dari jalan nasional. Aksesibilitas ini diharapkan mempermudah mobilitas peserta didik, tenaga pendidik, maupun operasional sekolah.
"Setelah proses administrasinya di Kemensos selesai nanti kita berikan ke Mensos, Mensos tanda tangan. Kita susulkan ke Kemen PU. Rencananya itu di bulan Oktober nanti tender," kata Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono saat menerima audiensi Wakil Bupati Muna Barat Ali Basa di Kantor Kemensos, Jakarta Pusat, Rabu (29/7/2026).
Kemensos mencatat telah mengusulkan 110 titik lokasi pembangunan Sekolah Rakyat kepada Kementerian PU, dan usulan susulan seperti dari Muna Barat akan segera diproses setelah administrasi tuntas.
"Kalau bisa (ikut) tender di Oktober, tahun ini dibangun. Tahun depan sudah bisa buka (perekrutan) siswa. Karena perekrutan siswa yang tahun ajaran berikutnya dimulai Desember besok. Jadi ini prosesnya cepat sekali," jelas Agus Jabo Priyono.
Untuk mempercepat realisasi fisik di lapangan, Pemkab Muna Barat diminta terus berkoordinasi dengan Sekretariat Bersama Sekolah Rakyat sebelum verifikasi lapangan dilakukan bersama Kementerian PU.
"Kita punya masyarakat dari di kepulauan, sebagian memang jelas (bisa) sekolah. Sebagian putus sekolah. Yang penting mereka bisa baca, tulis. Kita harapkan ke depan bagaimana mereka punya di sekolah itu life skill," ungkap Bupati Muna Barat Ali Basa.
Audiensi tersebut turut dihadiri oleh Tenaga Ahli Mensos Alif Kamal, Tenaga Ahli Mensos Bidang Perencanaan dan Pengembangan Rekayasa Sosial Agustinus Budi Prasetyohadi, serta Kepala Biro Umum Kemensos Yadi Muchtar.