OJK Catat Tekanan Jual Asing Rp 80,97 T di Pasar Modal 2026
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan jual bersih asing sepanjang tahun 2026 hingga 29 Juli, dengan nilai mencapai Rp 80,97 triliun di pasar modal Indonesia, dilansir dari Detik Finance. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Hasan Fawzi, menyatakan pergerakan dana asing merupakan bagian dari dinamika pasar keuangan global yang dipengaruhi oleh risiko geopolitik, arah kebijakan suku bunga global, dan preferensi investor terhadap aset di pasar negara berkembang.
"Pergerakan aliran dana asing merupakan bagian dari dinamika pasar keuangan global yang dipengaruhi berbagai faktor, seperti risiko geopolitik, arah kebijakan suku bunga global, serta preferensi investor terhadap aset di emerging market. Karena itu, arus dana asing perlu dilihat dalam konteks global dan tidak semata-mata mencerminkan fundamental pasar modal Indonesia," ujar Hasan.
Meski demikian, Hasan menyebut aksi jual bersih asing mulai mereda pada periode 13-17 Juli 2026, di mana investor asing melakukan pembelian bersih sekitar Rp 440 miliar.
"Pada saat yang sama, investor domestik tetap memiliki peran penting dalam menjaga likuiditas dan stabilitas pasar," tambah Hasan. OJK bersama Self-Regulatory Organization (SRO) terus memperkuat daya saing pasar modal melalui peningkatan transparansi, kualitas pengungkapan informasi, penguatan tata kelola, dan integritas pasar.
Beberapa langkah reformasi yang telah dijalankan mencakup pengungkapan data kepemilikan saham serta peningkatan kualitas daya tarik investasi di pasar modal. Selain itu, OJK dan SRO menyempurnakan metodologi penilaian konsentrasi kepemilikan saham tinggi (high shareholding concentration), memperkuat hubungan dengan investor institusi global dan penyedia indeks global, serta mendorong peningkatan kualitas emiten melalui penguatan tata kelola, keterbukaan informasi, dan perlindungan investor.
"Inisiatif-inisiatif reformasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan investability pasar modal Indonesia dan semakin memperkuat kepercayaan investor, sehingga dapat menarik investasi yang semakin berkualitas dan berkelanjutan baik dari investor domestik maupun investor global," pungkas Hasan.