Media Hiburan Rilis Urutan Enam Film Spider Man Terburuk Hingga Terbaik
Media hiburan Louder Sound merilis pemeringkatan enam adaptasi film Spider-Man dari yang terburuk hingga terbaik dalam ranah sinematik. Penilaian ini menyoroti evaluasi alur cerita, dinamika karakter, serta respons kritikus terhadap masing-masing waralaba. Peringkat terendah atau posisi ke-11 ditempati oleh The Amazing Spider-Man 2 keluaran 2014.
Film yang disutradarai Marc Webb ini dinilai kewalahan akibat penumpukan karakter penjahat, seperti Electro, Green Goblin, hingga Rhino dalam satu jalan cerita. Spider-Man 3 buatan tahun 2007 berada di urutan ke-10 akibat narasi yang dinilai tidak fokus. Tekanan pihak studio untuk memasukkan karakter Venom mengalihkan porsi cerita dari karakter Sandman yang sejatinya memiliki kedalaman emosional lebih baik.
Pada urutan ke-9, Spider-Man: Far From Home rilisan 2019 dinilai terlalu bergantung pada dinamika Marvel Cinematic Universe (MCU). Dampak kematian karakter Tony Stark dinilai mendominasi jalan cerita sehingga mengurangi porsi eksplorasi mandiri sang pahlawan utama.
Sementara itu, The Amazing Spider-Man yang dirilis pada 2012 menduduki posisi ke-8. Kombinasi aksi visual dan dinamika hubungan karakter dinilai memberi awal yang solid bagi era baru Spider-Man meskipun karakter musuhnya dianggap kurang kuat. Film perdana Spider-Man garapan Sam Raimi pada 2002 menempati peringkat ke-7 karena berhasil memadukan daya tarik sinematik dengan cerita emosional. Posisi ke-6 diisi oleh Spider-Man: Homecoming tahun 2017 yang dipuji atas pendekatan cerita lokal dan kesegaran humor yang dibawanya.