Pemilik Restoran di Boston Bagikan Kesulitan Bisnis Kuliner Lewat Video

Share

Seorang pemilik restoran di Boston, Phi Pham, membagikan video emosional yang menunjukkan pergumulannya dalam mempertahankan bisnis kuliner di tengah tekanan kenaikan harga bahan pangan dan persaingan yang ketat.

Video yang diunggah pada akun @phiphamofficial dan @yeaniesburgersocial menunjukkan Pham yang menangis dan mempertanyakan apakah ia harus menutup bisnisnya. Ia mengaku sulit menemukan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi, serta menghadapi banyak tantangan dalam mengelola usaha kecilnya.

Pham berharap video tersebut dapat memberikan semangat bagi pemilik usaha lain yang mengalami masa sulit serupa. Ia menyatakan, "Hidup memang berat, tetapi saya tidak akan menyerah."

Dalam video lanjutan pada 17 Juli, Pham mengungkapkan bahwa momen tersebut adalah titik terendah sekaligus salah satu pengalaman paling mengharukan dalam hidupnya. Ia berterima kasih atas dukungan yang diterimanya dari banyak orang.

Menurut Pham, industri makanan saat ini menghadapi kesulitan besar karena pola pikir konsumen yang enggan membayar harga lebih tinggi akibat penghasilan yang menurun. Hal ini menyebabkan banyak restoran kehilangan keuntungan dan berisiko tutup.

Pham juga menceritakan pengorbanannya yang tinggal berjauhan sekitar 500 mil dari istri dan putrinya demi fokus pada bisnis dan mendukung timnya. Meski kesulitan, ia tetap berkomitmen menjaga usaha kulinernya.

Phi Pham dan istrinya, Yeani Bach, yang sebelumnya berprofesi sebagai spesialis TI dan fotografer, membuka restoran pertama mereka, Banh Mi Oi, di West Roxbury pada Juli 2020. Mereka kemudian mengembangkan bisnis dengan membuka beberapa cabang di berbagai lokasi di Boston.

Meski menghadapi kendala bisnis saat ini, Pham dan istrinya berharap cabang kedua Yeanie's Burger and Social di West Roxbury dapat segera dibuka dalam beberapa minggu ke depan, menurut laporan dari Detik Food.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author