Mengenal Kebiasaan Unik Albert Einstein yang Mendukung Kecerdasan Otak
Albert Einstein memiliki sejumlah kebiasaan tidak biasa di balik kecerdasannya yang mendunia. Gaya hidup ilmuwan paling berpengaruh di abad ke-20 ini masih sering dipelajari hingga kini. Seperti dilansir dari HaiBunda, kebiasaan sehari-hari tersebut diyakini turut mendukung kejeniusannya dalam mengubah arus dunia sains.
Penelitian menunjukkan bahwa lingkungan dan rutinitas berperan penting dalam membentuk fungsi otak. Einstein dikabarkan tidur sekitar 10 jam setiap malam, lebih lama dari rata-rata orang dewasa. Ia juga dikenal gemar melakukan tidur siang singkat untuk menyegarkan kembali pikirannya.
Kebiasaan ini didukung oleh studi dari University of Lübeck, Jerman pada 2004. Penelitian menemukan bahwa orang yang tidur setelah belajar dua kali lebih mungkin menemukan solusi dibandingkan mereka yang tetap terjaga.
Tidur membantu otak mengolah informasi sehingga meningkatkan kemampuan memecahkan masalah. Aktivitas sleep spindles selama tidur juga berkaitan erat dengan kemampuan penalaran serta berpikir logis seseorang.
Rutin Berjalan Kaki Setiap Hari
Fisikawan ini dikenal rutin berjalan kaki sejauh 2,4 kilometer saat berangkat dan pulang mengajar di Princeton University, Amerika Serikat. Rutinitas serupa juga dilakukan oleh ilmuwan ternama lainnya seperti Charles Darwin.
Berjalan kaki, terutama di luar ruangan, terbukti dapat meningkatkan daya ingat dan kreativitas. Aktivitas pada bagian depan otak yang mengatur penalaran akan sedikit menurun saat seseorang berjalan.
Kondisi tersebut membuat otak berpikir dengan lebih santai. Alhasil, seseorang menjadi lebih mudah untuk menemukan ide-ide segar atau solusi baru dari sebuah permasalahan.
Mengonsumsi Asupan Karbohidrat Secukupnya
Einstein pernah berseloroh bahwa ia menyukai spaghetti. Karbohidrat sendiri merupakan sumber utama glukosa yang bertindak sebagai bahan bakar utama agar otak dapat bekerja dengan optimal.
Otak manusia mengonsumsi sekitar 20 persen energi tubuh, sehingga memerlukan asupan glukosa yang cukup untuk berkonsentrasi. Kendati demikian, porsi konsumsinya tetap harus berada dalam batas wajar.
Peneliti dari University of Roehampton menemukan bahwa 25 gram karbohidrat sudah cukup untuk membantu fungsi otak. Konsumsi yang berlebihan justru berpotensi menurunkan kemampuan berpikir seseorang.
Kebiasaan Unik Tidak Menggunakan Kaus Kaki
Einstein memiliki kebiasaan unik lainnya, yakni tidak suka mengenakan kaus kaki. Dalam sebuah surat, ia mengaku berhenti memakainya karena ujung jempol kakinya selalu membuat kaus kaki berlubang.
Meski unik, belum ada penelitian ilmiah yang membuktikan bahwa kebiasaan ini dapat mendongkrak kecerdasan. Beberapa studi justru mengaitkan pakaian santai dengan penurunan kemampuan berpikir abstrak.
Kebiasaan tidak memakai kaus kaki ini murni mencerminkan gaya hidup pribadi Einstein. Rutinitas tersebut bukan menjadi rahasia utama di balik kejeniusan sang ilmuwan sains.