Gelombang Panas Ancam Perparah Kebakaran Hutan di Eropa

Share

Ancaman gelombang panas baru yang diprediksi melanda Prancis dan Spanyol berpotensi memperburuk kebakaran hutan terburuk di Eropa dalam beberapa dekade terakhir, sebagaimana dilansir dari Detikcom pada Selasa (28/07).

Badan meteorologi Prancis memperkirakan suhu udara dapat menembus 40 derajat Celsius mulai Selasa (28/07). Sementara itu, lembaga cuaca Spanyol AEMET memproyeksikan suhu ekstrem hingga 42 derajat Celsius berlangsung sejak Rabu (29/07) sampai akhir pekan.

Pemerintah setempat memperingatkan kombinasi angin kering, kelembapan rendah, dan cuaca terik meningkatkan risiko kebakaran ke level ekstrem. Kondisi hutan yang sangat kering akibat paparan panas berulang sepanjang tahun ini makin mempercepat penyebaran api.

Upaya pemadaman terus dilakukan oleh ribuan petugas gabungan dengan dukungan armada pesawat pengebom air. Para ahli mencatat intensitas dan frekuensi gelombang panas yang dipicu perubahan iklim menjadi faktor utama pendorong skala kerusakan hutan di kawasan tersebut.

Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan bahwa titik api di wilayah Landes berhasil dikendalikan oleh tim pemadam. Meski demikian, titik kebakaran besar di kawasan Bordeaux masih membakar sekitar 42.000 hektare lahan, memicu evakuasi 220.000 warga, serta merusak ratusan pemukiman.

"Beberapa pekan ke depan akan berat. Kita harus tetap bertahan," kata Macron.

Di Spanyol, kobaran api di sisi barat Madrid dan sejumlah area lain memaksa sekitar 60.000 warga mengungsi. Sejak awal tahun, akumulasi luas lahan terbakar telah mencapai 150.000 hektare di Spanyol dan 115.000 hektare di Prancis.

Menteri Dalam Negeri Spanyol Fernando Grande-Marlaska menilai periode mendatang sangat krusial dalam mengatasi ancaman yang meluas ke ibu kota.

Penderitaan akibat musibah ini dirasakan langsung oleh warga lokal yang kehilangan tempat tinggal dan usaha mereka.

"Tadinya kami punya tempat disini, dan semuanya hilang. Kami tidak punya apa-apa lagi," ujar Maria Angeles Canete, pemilik lokasi perkemahan di Navaluenga.

Bantuan armada pemadam tambahan dari Uni Eropa mulai dikerahkan ke Prancis untuk memperkuat operasi darurat. Komisioner Uni Eropa Hadja Lahbib memaparkan bahwa pengerahan sarana pemadam menghadapi kendala berat seiring meluasnya titik api di wilayah Eropa selatan dan tengah.

"Kondisi ekstrem juga mengancam Hungaria, Slovakia, dan Republik Ceko, selain Prancis dan Semenanjung Ibera, situasinya diperkirakan memburuk, termasuk di Portugal mulai hari ini (28/07)," kata Lahbib.

Dampak bencana turut meluas hingga ke wilayah Italia selatan. Otoritas setempat mengonfirmasi telah mengevakuasi ratusan wisatawan dari kawasan pantai serta area perkemahan di Puglia akibat ancaman karhutla.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author