Memahami Dampak Buruk Karyawan Workaholic dan Cara Mengatasinya

Share

Fenomena kecanduan bekerja atau workaholic kian marak terjadi di masyarakat. Hal ini sering dipicu oleh anggapan bahwa kesuksesan karier merupakan jalan utama menuju kebahagiaan, seperti dilansir dari Detikcom. Budaya kolektivis di Indonesia juga cenderung memuji orang yang gila kerja.

Karyawan yang mengorbankan waktunya kerap dinilai lebih loyal dan berdedikasi tinggi oleh lingkungan sekitar. Seseorang yang mengalami kecanduan kerja memiliki dorongan obsesif dari dalam diri, bukan semata-mata karena tuntutan finansial atau perintah atasan. Mereka secara konsisten bekerja melebihi batas wajar yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugasnya.

Selain itu, pikiran mereka terus-menerus terpaku pada pekerjaan meski sudah berada di luar jam kerja. Perasaan bersalah juga kerap muncul saat mereka mencoba untuk beristirahat atau tidak melakukan aktivitas pekerjaan.

Dampak Negatif Bekerja Secara Berlebihan

Meskipun terlihat sangat berdedikasi, perilaku gila kerja ini memberikan dampak buruk bagi individu dan organisasi. Karyawan yang terjangkit workaholism cenderung sulit memercayai rekan kerja dan kerap menganggap orang lain sebagai pesaing.

Waktu pribadi yang tersita memicu memburuknya hubungan dengan keluarga. Minimnya waktu pemulihan tubuh juga meningkatkan risiko masalah kesehatan fisik maupun mental, bahkan memicu kecelakaan di tempat kerja karena memaksakan diri saat sakit.

Langkah Mengurangi Tingkat Workaholism

Individu perlu merefleksikan kembali kewajaran waktu kerjanya. Menyediakan waktu untuk beristirahat serta bersosialisasi sangat penting agar perhatian tidak selalu terpaku pada pekerjaan.

Apabila rasa kecanduan dan perasaan bersalah sulit dikendalikan, konsultasi dengan psikolog sangat disarankan. Pemimpin tim juga harus mengawasi bawahan agar tidak bekerja berlebihan di luar kebutuhan tugasnya.

Organisasi memegang peran penting dengan menghentikan apresiasi berlebihan pada karyawan gila kerja dan memperlakukan karyawan yang pulang tepat waktu secara adil. Kebijakan pembatasan komunikasi pekerjaan di luar jam kerja juga dapat diterapkan oleh perusahaan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author