Malaysia Tegaskan Tolak Sumpah Pertahankan Kebijakan Non-Pengakuan Israel

Share

Pemerintah Malaysia menegaskan kembali sikap resminya untuk tidak mengakui Israel di tengah meningkatnya tekanan diplomatik dari Amerika Serikat. Sebagaimana dilansir dari Detikcom pada Selasa (28/7/2026), Kuala Lumpur memastikan arah kebijakan diplomasi tersebut tidak mengalami perubahan.

Sikap diplomasi ini kembali ditegaskan setelah muncul dinamika hubungan antara Malaysia dan AS. Ketegangan berawal dari pernyataan Perdana Menteri Anwar Ibrahim pada 15 Juli lalu mengenai kebijakan pengusiran warga negara Israel dari wilayah Malaysia.

Langkah tersebut memicu respons dari sejumlah anggota Kongres AS yang meminta Menlu AS Marco Rubio meninjau ulang kerja sama keamanan dan ekonomi, serta menghentikan bantuan program Pendidikan dan Pelatihan Militer Internasional untuk Malaysia. Buntut dari desakan tersebut, Duta Besar Malaysia untuk AS Shahrul Ikram dipanggil oleh Departemen Luar Negeri AS pada pekan lalu.

Menteri Luar Negeri Malaysia, Mohamad Hasan, menyatakan bahwa Dubes Shahrul telah menyampaikan penjelasan resmi mengenai posisi kedaulatan negara saat pemanggilan tersebut. Ia menekankan bahwa kebijakan ini telah dijalankan secara konsisten oleh jajaran pemerintahan yang berkuasa lintas periode.

"Ini memang sudah menjadi kebijakan Malaysia sejak lama. Kebijakan imigrasi kami tidak mengakui negara Israel ataupun rezim Zionis. Ini sudah sejak lama menjadi posisi kami," tegas Menlu Malaysia Mohamad Hasan.

Malaysia tidak pernah membuka hubungan diplomatik dengan Israel dan secara tegas melarang pemilik paspor Israel melintasi perbatasannya sebagai bentuk dukungan terhadap Palestina. Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyatakan komitmen bahwa negaranya akan terus menyuarakan isu kemanusiaan di Gaza.

"Malaysia merupakan negara yang merdeka dan kami menggunakan hak-hak kami dan bangga untuk menyatakan bahwa rakyat Malaysia menjunjung tinggi martabat manusia serta menghormati semangat kemanusiaan," ucap Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim.

Anwar Ibrahim juga memastikan bahwa ketentuan imigrasi negaranya terkait warga Israel akan tetap diberlakukan secara konsisten tanpa ada kelonggaran.

"Kami akan terus melanjutkan kebijakan ini dan tidak akan mengizinkan warga negara Israel menginjakkan kaki di Malaysia," tegas PM Malaysia Anwar Ibrahim.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author