AS Hentikan Serangan Udara ke Iran Saat Perundingan Berlangsung
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menangguhkan kampanye serangan udara selama dua pekan terhadap Iran seiring berjalannya proses negosiasi, di tengah kedatangan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke Washington pada Senin (27/7/2026).
Penghentian aksi militer tersebut menyusul saran dari komandan militer AS yang melaporkan keterbatasan target serta menipisnya cadangan amunisi udara. Meski demikian, Trump menegaskan bahwa operasi militer akan langsung dilanjutkan apabila jalur diplomasi gagal mencapai kesepakatan.
"Kita sedang melakukan pembicaraan yang baik," kata Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
"Saya pikir ada kesempatan baik bahwa sesuatu bisa terjadi, dan jika itu terjadi, bagus, jika tidak, kita kembali melakukan apa yang kita lakukan dua hari lalu," kata Donald Trump.
Di tengah jeda serangan AS, eskalasi di kawasan tetap terjadi setelah Arab Saudi, Yordania, dan Irak melaporkan adanya serangan pesawat nirawak. Arab Saudi menyatakan telah melumpuhkan drone yang mengincar fasilitas minyak di Riyadh yang diluncurkan oleh kelompok bersenjata sokongan Iran dari Irak.
Di saat yang sama, PM Israel Benjamin Netanyahu bertolak ke Washington untuk menemui Trump guna membahas konflik kawasan sekaligus menghadiri pemakaman Mendiang Senator Lindsey Graham. Netanyahu menegaskan bahwa penghentian perang harus diiringi pembongkaran program nuklir Iran atau pelemahan signifikan terhadap pemerintahan di Tehran.
"Tentu saja, tujuan kita adalah menjaga keamanan kita dan juga memperluas lingkaran perdamaian di sekitar kita. Saya memulai misi ini dengan satu tujuan jelas — untuk memastikan keamanan, kekuatan, dan masa depan Negara Israel yang kita cintai," kata Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
"Saya sedang dalam perjalanan ke Washington untuk pertemuan dengan teman kita, Presiden Donald Trump," kata Benjamin Netanyahu.
"Ini adalah pertemuan kedelapan saya bersamanya sejak dia terpilih sebagai presiden untuk masa jabatan keduanya — lebih banyak daripada pemimpin internasional mana pun," kata Benjamin Netanyahu.
"Ini adalah hak istimewa yang besar, tetapi ini juga merupakan tanggung jawab yang besar," kata Benjamin Netanyahu.
"Dari pengalaman saya sebagai perdana menteri, di masa-masa rumit ini, seseorang harus bertindak dengan tekad besar dan kebijaksanaan besar. Kita akan membahas semua isu dalam agenda, dengan Iran di barisan terdepan," kata Benjamin Netanyahu.
"Tentu saja, tujuan kita adalah menjaga keamanan kita dan juga memperluas lingkaran perdamaian di sekitar kita. Saya memulai misi ini dengan satu tujuan jelas — untuk memastikan keamanan, kekuatan, dan masa depan Negara Israel yang kita cintai," kata Benjamin Netanyahu.
"Dan saya juga berangkat untuk tujuan tambahan: untuk memberikan penghormatan terakhir kepada teman kita, seorang teman sejati saya dan Negara Israel — Lindsey Graham, salah satu teman terhebat Negara Israel sepanjang masa," kata Benjamin Netanyahu.
"Dan saya yakin dalam hal ini, saya mewakili Anda juga, warga Israel," kata Benjamin Netanyahu.
Pemerintah Iran menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah meminta negosiasi secara langsung dan proses komunikasi saat ini masih dimediasi oleh pihak ketiga. Militer Iran juga dituduh melakukan blokade laut ilegal setelah menghentikan enam kapal yang melintas di Selat Hormuz tanpa izin.
"Anda tidak bisa menyuap mereka. Anda harus mengalahkan mereka, dan kita akan mengalahkan mereka dengan sangat telak. Tapi kita akan lihat bagaimana hasilnya. Saat ini, negosiasi yang sangat ramah sedang berlangsung," kata Donald Trump.
Pihak Kementerian Luar Negeri Iran membantah klaim bahwa pihaknya yang memprakarsai pembicaraan tersebut.
"Ini tidak ada dalam DNA kami," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei.
Dampak dari penangguhan serangan udara AS dan pembicaraan diplomasi ini langsung direspon oleh pasar global. Harga minyak mentah AS turun 8,21 persen menjadi 81,98 dolar AS per barel, sementara minyak mentah Brent merosot 9,31 persen ke level 87,77 dolar AS per barel.