Iran Memanggil Duta Besar Prancis Akibat Dugaan Intervensi Otoritas

Share

Pemerintah Iran memanggil Duta Besar Prancis di Teheran pada Minggu (26/7/2026) untuk memprotes dugaan intervensi dua diplomat Prancis terhadap urusan dalam negeri negara tersebut, seperti dilansir dari Detikcom.

Pemanggilan diplomat tertinggi Prancis itu dilakukan setelah otoritas Teheran sempat menahan dua diplomat Prancis pada awal bulan ini karena dicurigai bermaksud mencampuri urusan internal Republik Islam tersebut.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengonfirmasi tindakan diplomatik tersebut dalam sebuah konferensi pers di Teheran.

"Kemarin, Duta Besar Prancis di Teheran dipanggil ke Kementerian Luar Negeri, di mana dalam pertemuan itu ditekankan bahwa pemerintah Prancis harus menghentikan tindakan semacam itu dan campur tangan terhadap urusan dalam negeri Iran yang dilakukan dengan dalih yang menyesatkan," ucap Baghaei.

Baghaei menambahkan bahwa dua diplomat Prancis yang sempat ditahan tersebut telah melampaui batas kewenangan diplomasi mereka.

"telah mencampuri urusan dalam negeri Iran dengan dalih menjalin interaksi dengan masyarakat sipil," ucap Baghaei.

Ia juga menegaskan bahwa aktivitas kedua diplomat tersebut tidak sesuai dengan hukum internasional yang berlaku bagi para perwakilan asing.

"sama sekali tidak dapat dibenarkan berdasarkan Konvensi Wina tahun 1961 tentang Hubungan Diplomatik," ucap Baghaei.

Sebelumnya pada 20 Juli lalu, Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot menyatakan bahwa dua diplomat mereka telah menjadi sasaran aparat keamanan Iran. Barrot menyebut personelnya mengalami perlakuan yang tidak dapat diterima.

"tindakan intimidasi yang sangat serius," ucap Barrot.

Menlu Prancis tersebut menjelaskan lebih rincis mengenai insiden penahanan singkat yang dialami oleh jajarannya sebelum mereka diperbolehkan kembali ke kedutaan.

"ditahan selama beberapa jam tanpa alasan, diinterogasi, dan salah satu dari mereka mengalami kekerasan fisik," ucap Barrot.

Guna menanggapi insiden tersebut, Kementerian Luar Negeri Prancis melayangkan protes resmi dengan memanggil charge d'affaires Iran di Paris pada 21 Juli lalu. Pihak Prancis menilai perlakuan otoritas Teheran terhadap diplomat mereka merupakan bentuk pelanggaran nyata atas konvensi diplomatik.

Namun, tuduhan intimidasi dan perlakuan buruk tersebut dibantah oleh pejabat Kementerian Luar Negeri Iran, Mohammad Tanhaei, pada Rabu (22/7) pekan lalu. Tanhaei menjelaskan bahwa aparat keamanan hanya meminta keterangan karena kedua diplomat Prancis itu terpergok menemui sejumlah individu yang sedang dalam penyelidikan terkait isu keamanan nasional Iran.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author