IRGC Peringatkan Israel dan Inggris Terkait Perang AS dengan Iran

Share

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengeluarkan peringatan keras kepada pemerintah Israel dan Inggris agar tidak memberikan bantuan militer kepada Amerika Serikat dalam konflik melawan Iran pada Minggu (26/7/2026), dilansir dari Detikcom.

Ancaman tersebut disampaikan juru bicara IRGC, Brigadir Jenderal Hossein Mohebi, dua hari setelah Amerika Serikat menghentikan serangan udara selama hampir dua minggu yang menewaskan 55 orang di Iran. Teheran membalas serangan itu dengan menggempur sejumlah target strategis Amerika di Asia Barat.

Mohebi menyatakan bahwa Israel terus memprovokasi Washington agar tetap terlibat dalam peperangan di kawasan tersebut melalui manipulasi informasi kepada Presiden AS Donald Trump.

"menggunakan kekuatan Amerika untuk mewujudkan tujuannya sendiri." kata Juru bicara IRGC, Brigadir Jenderal Hossein Mohebi.

Mohebi menegaskan bahwa Teheran siap meluncurkan balasan yang jauh lebih matang jika militer Israel kembali terlibat aktif dalam agresi tersebut.

"Israel tahu apa yang akan kami lakukan terhadapnya jika mereka kembali berperang dan kami memusatkan upaya kami terhadapnya," cetus Juru bicara IRGC, Brigadir Jenderal Hossein Mohebi.

Selain menyasar Israel, IRGC menegaskan bahwa penggunaan pangkalan udara Inggris oleh pesawat pengebom B-1 milik Amerika Serikat menjadikan pangkalan tersebut sebagai sasaran militer yang sah.

"Baru-baru ini, pengebom B-1 Amerika beroperasi dari pangkalan udara Inggris. Jika mereka terus bekerja sama, mereka akan dianggap sebagai target pasti dan sah kami. Kami memiliki skenario khusus yang disiapkan untuk setiap situasi," tegas Juru bicara IRGC, Brigadir Jenderal Hossein Mohebi.

Pihak IRGC menuding London sebagai salah satu dalang utama yang memicu ketidakstabilan di Timur Tengah akibat keterlibatan aktifnya membantu serangan AS-Israel. Teheran juga menolak tawaran negosiasi baru dari AS yang dinilai sebagai strategi gencatan senjata palsu untuk memulihkan kekuatan militer lawan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author