Kebakaran Hutan di Le Porge Prancis Paksa 20 Ribu Orang Dievakuasi
Evakuasi besar-besaran melanda kawasan pesisir Le Porge di barat daya Prancis setelah kebakaran hutan meluas pesat. Lebih dari 20 ribu orang yang didominasi wisatawan harus dipindahkan dari lokasi penginapan mereka, dikutip dari Detik Travel.
Kobaran api membakar sekitar 3.100 hektare hutan pinus di dekat area penghasil anggur Medoc dekat Kota Bordeaux. Meski merusak satu rumah warga, insiden ini dilaporkan tidak menimbulkan korban jiwa.
Otoritas setempat bertindak cepat dengan memindahkan 12 ribu warga dan pelancong dari area perkemahan pada Rabu malam. Gelombang evakuasi berlanjut keesokan harinya dengan memindahkan 8.800 orang tambahan yang berada di jalur lintasan api.
Upaya pemadaman mengerahkan sekitar 700 personel pemadam kebakaran di darat. Sejumlah armada pesawat pengebom air turut dikerahkan dari udara untuk menjinakkan kobaran api yang membubung hingga tinggi 10 meter.
Penyelidikan resmi terkait pemicu kebakaran masih berlangsung hingga kini. Namun, Wali Kota Le Porge Martial Zaninetti menduga api berasal dari kecelakaan penggunaan mesin pembersih semak.
Proses pemindahan warga berlangsung sangat mendadak di kawasan pemukiman sekitar hutan. Petugas kepolisian mendatangi kediaman warga satu per satu untuk menginstruksikan evakuasi.
"Polisi datang mengetuk pintu semua rumah," ujar Patrick Martineau, seorang warga tepi hutan.
"Ini cukup menakutkan. Saat membeli rumah di sini, kami tidak pernah membayangkan akan ada risiko kebakaran seperti ini," tambahnya.
Pengalaman serupa dirasakan Elke Urbain, wisatawan asal Belgia yang sedang berada di pantai saat instruksi evakuasi dikeluarkan. Ia diminta segera mengambil barang di area berkemah sebelum dievakuasi bersama dua putrinya.
"Kami sedang berada di pantai, lalu diberi tahu untuk kembali ke tempat berkemah mengambil barang-barang kami. Kami tidak takut karena dirawat dengan baik, tetapi kami sedih untuk warga setempat," jelas Urbain.
Faktor cuaca turut mempercepat penyebaran api di kawasan hutan tersebut. Kondisi vegetasi yang sangat kering membuat material kayu sangat mudah terbakar.
"Hutan benar-benar sangat kering dalam beberapa hari terakhir," ungkap Roche, seorang warga yang turut dievakuasi.
Dampak Perubahan Iklim
Bencana ini menambah deretan musibah serupa setelah Prancis dilanda tiga gelombang panas sepanjang tahun. Badan meteorologi Meteo-France mengindikasikan perubahan iklim memicu periode kekeringan lebih panjang sehingga risiko kebakaran hutan meningkat pesat.
Kawasan Le Porge dan sekitarnya pernah mengalami insiden serupa pada 2022 lalu. Kala itu, kebakaran menghanguskan lahan seluas 30 ribu hektare dan memaksa 50 ribu warga mengungsi dari kediaman mereka.