Israel Dorong Doktrin Militer Baru Cegah Rekonstruksi Hamas dan Hezbollah

Share

Eskalasi konflik di kawasan Tepi Barat dan Lebanon terus berlanjut seiring upaya militer Israel melumpuhkan jaringan milisi yang disokong Iran. Penilaian analis militer menunjukkan bahwa Hezbollah dan Hamas berulang kali mampu membangun kembali kekuatan tempur mereka seusai gempuran militer berakhir.

Hingga pertengahan 2026, operasi militer Pasukan Pertahanan Israel (IDF) di Gaza telah menguasai sekitar 64 persen wilayah tersebut. Menteri Pertahanan Israel Israel Katz menyampaikan bahwa aparat militer berhasil menghancurkan 83 persen jaringan terowongan Hamas di area yang dikuasai Israel.

Meskipun demikian, kapasitas persenjataan kelompok perlawanan terus diperbarui secara signifikan. Hezbollah tercatat mampu memulihkan persenjataannya hingga mencapai kisaran 25.000 roket dan rudal menjelang keterlibatan kembali dalam konflik regional pada Maret 2026. Angka tersebut melengkapi akumulasi peluncuran sekitar 50.000 roket dan mortir oleh berbagai kelompok militan ke wilayah Israel sepanjang periode 2001 hingga 2026.

Perkembangan strategis ini mendorong usulan doktrin pencegahan baru yang mencakup empat pilar utama: presisi operasional, pemutusan jalur pasokan dan keuangan Iran, penguasaan wilayah perimeter keamanan, serta restrukturisasi intelijen penangkapan personel.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
farhan-dwi-ramadhan
Author