Media Asing Soroti Polemik Entourage Bali Hingga Sanksi Imigrasi
Dugaan pembatasan terhadap peserta warga negara Indonesia (WNI) pada komunitas lari Entourage Bali menyita perhatian publik internasional. Kasus ini ramai diperbincangkan setelah sejumlah media asing menyoroti dugaan perlakuan eksklusif tersebut. Seperti dilansir dari Detik Travel, polemik bermula dari pengakuan seorang perempuan WNI yang ditolak bergabung.
Sementara itu, pasangannya yang berkewarganegaraan Jerman langsung diterima masuk ke dalam kelompok tersebut. Media Australia, ABC, mengaitkan kontroversi ini dengan pengawasan pemerintah lokal terhadap perilaku warga negara asing di Bali. Penolakan terhadap pemohon lokal tersebut memicu reaksi keras dari masyarakat di media sosial.
Pihak pengelola Entourage Bali menyampaikan permohonan maaf dan menghentikan seluruh aktivitasnya sementara waktu. Penyelenggara mengevaluasi sistem pendaftaran setelah muncul tuduhan pengecualian terhadap pendaftar lokal, sebagaimana dilaporkan news.com.au.
Dalam klarifikasi resminya, Entourage Bali mengklaim terjadi kesalahan pada sistem persetujuan otomatis. Sistem tersebut secara keliru menolak pemohon yang menggunakan nomor telepon dengan kode Indonesia (+62) pada grup WhatsApp dan kegiatan non-lari. Penyelenggara menegaskan tidak pernah berniat mendiskriminasi pihak manapun. Evaluasi mendalam kini tengah dilakukan untuk memperbaiki sistem pendaftaran agar bias yang tidak disengaja tersebut tidak terulang kembali.
Sanksi Imigrasi dan Respon Publik
Dampak dari kontroversi ini berlanjut pada tindakan tegas dari Direktorat Jenderal Imigrasi Indonesia. Dua warga negara Belanda yang menjadi penggagas komunitas lari tersebut kini dimasukkan ke dalam daftar larangan masuk kembali (re-entry ban).
Pihak Imigrasi menilai kedua WNA tersebut menyelenggarakan kegiatan tanpa mengantongi izin resmi yang diperlukan. Tindakan tegas ini diambil seiring meningkatnya perhatian publik atas dugaan perlakuan eksklusif terhadap warga lokal.
Pemberitaan dari New York Post hingga media internasional lainnya menilai peristiwa Entourage Bali mencerminkan tingginya sensitivitas masyarakat. Praktik yang dinilai menciptakan ruang eksklusif bagi warga asing di destinasi wisata utama Indonesia kini terus menjadi sorotan.