CT Arsa Foundation Operasikan Mobil Khusus Layani Anak Kurang Mampu

Share

CT ARSA Foundation menghadirkan metode unik dalam menjangkau anak-anak di wilayah pelosok dan kawasan pemulung melalui program Gerakan Berbagai atau Gebrag. Program sosial ini dioperasikan dengan memanfaatkan sejumlah armada mobil yang bergerak mengelilingi berbagai wilayah.

Founder CT Arsa Foundation, Anita Ratnasari Tanjung, menjelaskan bahwa program Gebrag didesain khusus guna membantu anak-anak dari keluarga tidak mampu, seperti dilansir dari Detikcom.

"Mobil-mobil yang kita miliki ini hanya diperuntukkan untuk anak-anak yang tidak mampu," ujarnya usai acara Pelepasan Siswa SMA Unggulan CT Arsa Sukoharjo, Kamis (21/5/2026).

"Kita melakukannya enggak asal bagi. Jadi ini khusus anak-anak stunting, dan anak-anak pemulung," imbuhnya.

Armada yang dikerahkan dalam program ini meliputi Mobil Sehat, Dapur Keliling, hingga Mobil Iqra yang berpindah secara berkala menyambangi lokasi masyarakat prasejahtera.

"(Program ini) mengajarkan kepada mereka, misalnya Iqra, pendidikan karakter. Kita mengajarkan juga daur ulang sampah, hidroponik, dan lain sebagainya," kata Anita Tanjung.

"Jadi, kita mengajarkan mereka, anak-anak yang enggak mampu, anak-anak pemulung untuk kita rangkul bersama mereka agar mereka juga bisa maju," tambahnya.

Penentuan lokasi tujuan program Gebrag dilakukan melalui proses asesmen dan riset mendalam terlebih dahulu demi memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran.

" Kita enggak enggak langsung bagi-bagi, dilakukan assessment dulu gitu lo. Yang menengah-menengah enggak dikasih," jelas sosok yang dipanggil Bunda oleh siswa-siswi SMAU CT Arsa tersebut.

"Dapur Keliling, kita assessment dulu apakah mereka ini layak kita berikan makanan, misalnya anak-anak stunting, anak-anak yang benar-benar tidak mampu. Sesudah assessment, kita lakukan penelitian bahwa memang daerah tersebut memang daerah yang layak untuk kita berikan makanan yang bergizi," jelasnya lebih lanjut.

Operasional armada mobil ini berjalan rutin setiap minggu dengan intensitas kunjungan yang tinggi ke daerah-daerah yang membutuhkan pangan bergizi.

"Sudah banyak (lokasi). Karena setiap minggu kita keliling, ya. Bisa seminggu tiga kali, empat kali kita keliling, kita tidak pernah berhenti gitu," ungkap Anita Tanjung.

"Kita terus keliling ke daerah-daerah pemulung, daerah-daerah yang stunting, daerah-daerah yang membutuhkan makanan bergizi," tuturnya.

Selain mengoptimalkan unit mobil keliling, yayasan ini juga mendirikan program Rumah Inspirasi sebagai langkah strategis memutus rantai kemiskinan dan mendongkrak kualitas sumber daya manusia di pelosok.

"Apa itu Rumah Inspirasi? Rumah Inspirasi itu kita membangun sekolah, yang diperuntukkan untuk mereka yang benar-benar tidak mampu. Biasanya kita membangun di tempat-tempat pemulung. Nah, kita mengajarkan mereka, mengirimkan guru-guru," jelas Anita Tanjung.

Hingga saat ini, pembangunan Rumah Inspirasi telah menjangkau berbagai wilayah pelosok, di antaranya berada di kawasan Muara Gembong, Trenggalek, sampai Gunungkidul.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author