Besiktas Jamu Midtjylland di Kualifikasi Liga Europa 23 Juli 2026
Besiktas bakal menjamu wakil Denmark, Midtjylland, dalam laga leg pertama babak kedua kualifikasi UEFA Europa League di Stadion Tupras pada Kamis, 23 Juli 2026 pukul 21.00 waktu setempat. Pertandingan ini menjadi laga resmi pertama bagi pelatih anyar Vincenzo Italiano bersama klub asal Turki tersebut.
Klub berjuluk Siyah-Beyazli itu menargetkan kemenangan di hadapan pendukungnya sendiri untuk mengamankan modal penting menjelang laga leg kedua. Tuan rumah harus tampil tanpa tiga pemain utamanya, yakni Leandro Trossard, Felix Uduokhai, dan Wilfred Ndidi yang absen karena berbagai alasan.
Pengamat olahraga D-Smart Spor, Semih Sezerli, menyoroti beberapa poin penting mengenai kesiapan taktis Besiktas dan potensi celah yang bisa dimanfaatkan dari skema permainan tim tamu.
"Besiktas hari ini memiliki faktor X. Mereka akan bermain di kandang sendiri. Suporter selalu menjadi pendorong semangat. Antusiasme dan suasana tersebut dapat memberikan keuntungan penting bagi para pemain di lapangan," kata Semih Sezerli, pengamat olahraga D-Smart Spor.
Analis tersebut menjelaskan perkiraan susunan pemain Besiktas yang akan diturunkan oleh Vincenzo Italiano untuk menerapkan tekanan tinggi dan permainan penguasaan bola.
"Karena Italiano ingin menerapkan tekanan di lini depan dan membangun permainan dengan umpan-umpan pendek dari belakang, saya memperkirakan dia akan memulai dengan Emirhan. Di posisi bek kiri, pilihan Rıdvan tampaknya lebih memungkinkan karena Uduokhai belum cukup berlatih dengan tim," ujar Semih Sezerli, pengamat olahraga D-Smart Spor.
Terkait lini tengah dan opsi di barisan penyerangan, Sezerli menilai potensi pemanfaatan kualitas umpan para pemain Besiktas.
"Karena pemahaman Italiano bahwa 'Setiap pemain saya akan menyentuh bola', sangat mungkin dia memilih lini tengah dengan kualitas umpan yang tinggi. Saat kita melihat ke depan, kita mengharapkan Orkun Kokcu, Hyeon-Gyu Oh, dan Cerny di sisi kanan. Di sisi kiri bisa juga Ilhan Firat. Ada juga kemungkinan menciptakan keunggulan jumlah pemain di tengah dengan memanfaatkan dinamisme Olaitan," tutur Semih Sezerli, pengamat olahraga D-Smart Spor.
Ia juga membeberkan kekuatan Midtjylland yang dikenal sangat berbahaya melalui situasi bola mati dan skema tekanan agresif.
"Pada musim lalu di UEFA Europa League, mereka adalah tim kedua yang paling banyak mencetak gol dari situasi bola mati. Kita berbicara tentang tim yang ingin menguasai bola, melakukan tekanan agresif di lini depan, efektif dalam bertahan satu lawan satu, dan disiplin," ungkap Semih Sezerli, pengamat olahraga D-Smart Spor.
Eksploitasi celah di area bek sayap lawan menjadi celah utama yang bisa dimaksimalkan Besiktas menurut analisis Sezerli.
"Saat bermain dalam formasi tiga bek, dia meninggalkan ruang yang besar di belakangnya. Situasi ini merupakan peluang penting bagi Besiktas. Mereka bisa menyulitkan sisi kanan lawan melalui kombinasi segitiga yang dibentuk oleh Ilhan Fakili, Orkun Kokcu, dan Hyeon-Gyu Oh," jelas Semih Sezerli, pengamat olahraga D-Smart Spor.
Absennya bek tengah paling atletis milik lawan juga dianggap bakal menguntungkan serangan Besiktas dari sektor kiri.
"Tanpa kehadiran Diao, Lee atau Kristensen yang akan bertugas di wilayah tersebut. Hal ini meningkatkan kemungkinan Besiktas menembus pertahanan lawan, terutama dari sayap kiri mereka sendiri," papar Semih Sezerli, pengamat olahraga D-Smart Spor.
Pergerakan bek kanan tuan rumah dalam membantu serangan turut menjadi catatan strategi yang disandarkan pada pola permainan lawan.
"Jika Besiktas mengarahkan permainan ke sisi kiri dan menekan lawan ke daerahnya sendiri, pergerakan Murillo ke tiang jauh dapat memberikan kontribusi skor yang signifikan," ucap Semih Sezerli, pengamat olahraga D-Smart Spor.
Pendekatan bertahan lawan yang kerap melakukan kesalahan saat ditekan membuat Besiktas disarankan bermain lebih berani.
"Midtjylland adalah tim yang suka keluar dari tekanan dengan umpan dari belakang, namun mereka bisa membuat kesalahan jika diberikan man-marking yang tepat dan tekanan pada titik-titik penghubung," penegas Semih Sezerli, pengamat olahraga D-Smart Spor.
Peran kiper Nubel juga disinggung sebagai elemen kunci untuk keluar dari tekanan balik yang akan dilancarkan tim tamu.
"Nubel akan memberikan keuntungan besar di sini. Mereka ingin membangun permainan dari belakang dengan melibatkan banyak pemain menggunakan Emirhan dan Murillo. Namun, risiko yang tidak perlu tidak boleh diambil. Sebab Midtjylland juga merupakan salah satu tim yang efektif menggunakan tekanan di lini depan," terang Semih Sezerli, pengamat olahraga D-Smart Spor.
Sezerli menyarankan variasi serangan cepat untuk membongkar kerapatan struktur pertahanan wakil Denmark tersebut.
"Dengan cara ini, mekanisme pertahanan lawan dapat dikacaukan dan para pemain serang bisa menjadi efektif dalam situasi satu lawan satu," penjelas Semih Sezerli, pengamat olahraga D-Smart Spor.
Di samping itu, perebutan bola kedua di lini tengah bakal menentukan penguasaan tempo pertandingan secara keseluruhan.
"Besiktas perlu memenangkan bola kedua, menguasai bola dalam waktu singkat, dan memastikan keamanan pertahanan," lanjut Semih Sezerli, pengamat olahraga D-Smart Spor.
Pengawasan ketat terhadap pergerakan bek sayap lawan menjadi penutup analisis taktis jelang duel tersebut.
"Osario dan Vensen terkadang bisa membuat kesalahan dalam penentuan waktu melakukan tekanan, namun saat wajah mereka menghadap ke gawang, mereka bisa sangat efektif. Oleh karena itu, sangat penting bagi Ridvan dan Murillo untuk tidak membiarkan lawan membalikkan badan dalam bertahan satu lawan satu dan menjaga jarak yang tepat," pungkas Semih Sezerli, pengamat olahraga D-Smart Spor.
Simulasi teknologi kecerdasan buatan turut memprediksi laga ini akan berlangsung ketat. Dalam simulasi tersebut, Besiktas diprediksi unggul terlebih dahulu melalui gol Orkun Kokcu pada menit ke-38 sebelum P. Billing menyamakan kedudukan pada menit ke-55, hingga akhirnya Hyeon-Gyu Oh memastikan kemenangan 2-1 untuk tuan rumah pada menit ke-78.