IHSG Sesi I 21 Juli 2026 Menguat ke Level 6.319 Disokong Saham Konglomerat
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat signifikan pada penutupan sesi I perdagangan Selasa (21/7/2026). Indeks saham berhasil menembus kembali ke level 6.300 akibat dorongan dari penguatan saham-saham grup konglomerasi.
Seperti dilansir dari Detik Finance, data RTI Business mencatatkan kenaikan IHSG sebesar 1,41% ke posisi 6.319,85 hingga akhir paruh pertama hari ini. Pada pembukaan pagi, indeks bergerak dari level awal 6.273,57.
Aktivitas transaksi pasar modal hingga tengah hari membukukan volume perdagangan mencapai 30,96 miliar saham. Total nilai transaksi tercatat berada di angka Rp 11,07 triliun dengan frekuensi perdagangan sebanyak 1.762.226 kali.
Penguatan ini turut mengerek indeks LQ45 sebesar 1,20% ke posisi 635,283 pada paruh pertama perdagangan. Secara keseluruhan, pergerakan pasar menunjukkan sebanyak 387 saham menguat, 224 saham melemah, serta 181 saham bergerak stagnan.
Sektor saham konglomerasi mencatatkan performa positif sepanjang sesi pertama. PT Darma Henwa Tbk (DEWA) milik Bakrie Grup melesat 9,55% hingga menyentuh harga Rp 436 per saham.
Kenaikan juga dialami entitas usaha Prajogo Pangestu, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), yang menguat 7,46% ke level Rp 720 per saham. Sementara itu, PT Amman Mineral Internasional Tbk milik Agoes Projosasmito tumbuh 6,48% ke harga Rp 4.270 per saham.
Berdasarkan pencatatan data Stockbit, aliran modal investor asing membukukan aksi beli (foreign buy) senilai Rp 2,98 triliun. Pada periode yang sama, nilai aksi jual (foreign sell) investor asing tercatat sebesar Rp 2,76 triliun.
Kondisi tersebut membuat IHSG mengantongi beli bersih asing (net foreign buy) mencapai Rp 220,14 miliar. Saham-saham konglomerat pun mendominasi deretan portofolio yang paling banyak dibeli oleh investor asing.
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dari Sinar Mas Group memimpin arus masuk modal asing dengan foreign buy senilai Rp 169,72 miliar. Posisi berikutnya ditempati PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sejumlah Rp 92,81 miliar.
Saham milik Prajogo Pangestu lainnya, yakni PT Petrosea Tbk (PTRO), menduduki peringkat ketiga saham terlaris yang dibeli asing dengan nilai foreign buy sebesar Rp 41,48 miliar.