Timnas Spanyol Hadapi Argentina di Final Piala Dunia 2026
Tim nasional Spanyol bersiap menghadapi Argentina pada babak final Piala Dunia di MetLife Stadium, New Jersey, pada Minggu, 19 Juli 2026. Pertandingan ini menjadi final kedua bagi tim berjuluk La Roja tersebut sepanjang sejarah keikutsertaan mereka di turnamen ini.
Momen ini membangkitkan kenangan sejarah saat Spanyol meraih gelar juara dunia pertamanya pada 11 Juli 2010 di Afrika Selatan. Kala itu, Spanyol menundukkan Belanda dengan skor 1-0 melalui gol Andrés Iniesta di menit ke-116 perpanjangan waktu pada laga yang berlangsung ketat di Stadion Soccer City, Johannesburgo.
Kemenangan bersejarah tersebut diwarnai penyelamatan penting penjaga gawang Iker Casillas saat menepis peluang emas dari Arjen Robben. Momen puncaknya ditandai dengan gol tunggal Iniesta yang membawa Spanyol memecahkan rekor setelah 80 tahun menanti gelar juara dunia pertama mereka.
Keberhasilan di Afrika Selatan disambut emosional oleh para pilar tim seusai laga di ruang ganti maupun saat penerimaan resmi di Palacio de La Moncloa. Mantan pelatih Spanyol Vicente del Bosque mengapresiasi tinggi kerja keras seluruh pemainnya dalam meraih trofi tersebut.
"Se lo debemos todo a ellos, a estos magníficos jugadores. Saben apreciar que además lo hemos conseguido en un colectivo que tiene grandes valores y principios. No es sólo ganar. Esto tiene principios y valores muy importantes para España," kata Vicente del Bosque, Mantan Pelatih Timnas Spanyol.
Mantan kapten dan penjaga gawang Spanyol Iker Casillas menekankan bahwa dampak kemenangan tersebut belum sepenuhnya disadari oleh para pemain saat itu.
"No somos conscientes de lo que hemos conseguido. Seguramente con el paso de los días nos daremos cuenta," ujar Iker Casillas, Mantan Kapten Timnas Spanyol.
Kiper José Manuel Reina turut menyampaikan kesannya terhadap piala yang berhasil diraih timnya.
"Jamás había visto una copa tan bonita," kata José Manuel Reina, Mantan Penjaga Gawang Timnas Spanyol.
Reina juga memberikan apresiasi mendalam kepada rekan-rekannya atas kontribusi besar mereka di lapangan.
"Iker tuvo suerte un día más y tenemos la suerte de tener en el equipo a jugadores tan buenos como Iniesta," ujar José Manuel Reina, Mantan Penjaga Gawang Timnas Spanyol.
Pahlawan kemenangan Spanyol, Andrés Iniesta, mempersembahkan trofi tersebut kepada seluruh masyarakat Spanyol saat acara penerimaan resmi.
"Esta copita es de todos," kata Andrés Iniesta, Mantan Gelandang Timnas Spanyol.
Gelandang Xavi Hernández menegaskan dedikasi kemenangan tim untuk para pendukung setia.
"Es una alegría inmensa. Estamos muy felices, se lo dedicamos a toda nuestra familia y sobre todo a todos los incondicionales," ujar Xavi Hernández, Mantan Gelandang Timnas Spanyol.
Xabi Alonso juga mengungkapkan perasaannya mengenai atmosfer kemenangan yang mereka raih malam itu.
"Es todo muy grande. Difícil de explicar. Es una euforia tremenda, todo es positivo. Lo que cuenta de las finales es ganar, ahora toca disfrutar," kata Xabi Alonso, Mantan Gelandang Timnas Spanyol.
Sementara itu, Pedro Rodríguez mengenang gol penentu dari Iniesta sebagai pemberian paling berharga bagi seluruh tim dan pendukung.
"ha hecho un regalo a todos con su gol," ujar Pedro Rodríguez, Mantan Penyerang Timnas Spanyol.
Bek Sergio Ramos memberikan dedikasi khusus atas trofi juara yang mereka raih malam itu.
"Esta camiseta es en memoria de Puerta, siempre me acuerdo de él cuando conseguimos un título," kata Sergio Ramos, Bek Spanyol.
Sergio Busquets menyampaikan bahwa kepastian menjadi juara dunia membutuhkan waktu untuk benar-benar diresapi.
"Aún no me creo que seamos campeones. Tendré que esperar que pasen los días y compartamos este título con nuestra afición y nuestra familia para ser consciente," ujar Sergio Busquets, Gelandang Spanyol.
Cesc Fàbregas menyoroti momen bersejarah tersebut di tengah perjuangan pribadinya sepanjang turnamen.
"algo histórico e inolvidable que hay que disfrutar," kata Cesc Fàbregas, Mantan Gelandang Timnas Spanyol.
David Silva menceritakan luapan emosi yang dialaminya ketika memastikan gelar juara dunia.
"Es un poco duro decirlo, pero sí, se te saltan las lágrimas, no puede uno contenerse," ujar David Silva, Mantan Pemain Timnas Spanyol.
Bek Joan Capdevila menutup rangkaian pernyataan pemain dengan menegaskan kelayakan sepak bola Spanyol meraih gelar tersebut.
"Es lo máximo, una locura. Espero celebrarlo mañana con toda la gente que nos ha apoyado. El fútbol español merecía algo así," kata Joan Capdevila, Mantan Bek Timnas Spanyol.
Kini, 16 tahun berselang, generasi baru Spanyol seperti Lamine Yamal dan Alex Baena berjuang untuk mengulang pencapaian bersejarah tersebut pada laga final Piala Dunia 2026.