Damkar Evakuasi Dua King Kobra di Jonggol Bogor
Petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Sektor Cariu mengevakuasi sepasang ular king kobra yang sedang kawin di kawasan pemukiman Desa Singajaya, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Jumat, 17 Juli 2026, pukul 09.40 WIB.
Kemunculan sepasang reptil berbisa berukuran besar tersebut pertama kali diketahui oleh seorang ibu yang sedang menjemur pakaian di depan rumahnya hingga memicu kepanikan warga sekitar. Warga setempat kemudian segera berinisiatif menghubungi petugas untuk meminta bantuan evakuasi demi keamanan lingkungan.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bogor, Yudi Santosa memaparkan kronologi kepanikan awal di lokasi kejadian melalui media Detikcom.
"Ibu-ibu melihat dua ular berjenis king cobra sedang kawin saat sedang menjemur pakaian, karena panik langsung teriak terdengar oleh pelapor," kata Yudi, Jumat (17/7/2026).
Pihak pemadam kebakaran langsung mengerahkan personel dan tiba di tempat kejadian dalam waktu kurang dari 15 menit setelah menerima aduan masyarakat.
"Setelah itu pelapor berinisiatif menghubungi kantor Dinas Pemadaman Kebakaran dan Penyelamatan Sektor Cariu untuk evakuasi ular king cobra tersebut," beber Yudi, Jumat (17/7/2026).
Proses pengamanan satwa liar berbahaya ini berlangsung selama 45 menit sebelum akhirnya kedua ular berhasil diringkas oleh tim di lapangan.
"Situasi akhir kondusif, ular king kobra berhasil dievakuasi oleh tim. Evakuasi dilakukan selama 45 menit," pungkas Yudi, Jumat (17/7/2026).
Berdasarkan data tambahan dari Kompas.com, tim penyelamat sempat menghadapi kendala karena sepasang ular tersebut berpindah tempat dan bersembunyi ke dalam saluran pembuangan air kamar mandi warga sebelum berhasil ditangkap.
Komandan Regu Damkar dan Penyelamatan Sektor Cariu, M Farid merinci ukuran fisik dari kedua ular berbisa yang berhasil dievakuasi tersebut.
"Untuk ukuran king kobra yang jantan ukurannya kurang lebih 3,5 meter dan untuk betinanya 2,5 meter," ujar Farid, Sabtu (18/7/2026).
Kedua ular tersebut kemudian dibawa ke Mako Damkar Sektor Cariu, namun sepasang king kobra itu dilaporkan mati akibat mengalami cedera pada bagian leher.
Sementara itu pada lokasi berbeda, kasus kemunculan ular berbisa juga terjadi di Jalan KH Ahmad Dahlan, Kelurahan Baamang Tengah, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur pada Jumat, 17 Juli 2026 sore. Satu tim dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kotim dikerahkan untuk mengamankan seekor king kobra sepanjang dua meter yang bersembunyi di bawah pot bunga milik warga bernama Yuni Ardi.
Kepala Peleton I Disdamkarmat Kotim, Akhmad Ilham Wahyudi menerangkan posisi penemuan satwa liar berbahaya tersebut di area halaman.
"Menurut keterangan pemilik rumah, ular king kobra terlihat masuk ke halaman rumah dan bersembunyi di bawah sela-sela pot bunga," ujar Ilham, Sabtu (18/7/2026).
Petugas di lapangan segera bertindak menggunakan alat penjepit khusus guna menghindari risiko fatalitas.
"Setelah menilai situasi dan keadaan, petugas segera melakukan penanganan menggunakan grabstick. Ular king kobra dengan panjang kurang lebih dua meter akhirnya berhasil diamankan," kata Ilham, Sabtu (18/7/2026).
Proses penanganan di Kotim berhasil diselesaikan dalam waktu kurang dari 15 menit tanpa adanya korban jiwa.
"Jika menemukan ular, terutama jenis berbisa seperti king kobra, sebaiknya jangan ditangani sendiri. Segera laporkan kepada petugas agar proses evakuasi bisa dilakukan dengan aman," pesan Ilham, Sabtu (18/7/2026).