Supermarket Erewhon Jual Sacred Water Rp 216 Ribu per Gelas

Share

Jaringan supermarket populer di Amerika Serikat, Erewhon, kembali memicu perbincangan publik lewat menu minuman terbarunya.

Seperti dikutip dari Detik Food, ritel yang berbasis di Los Angeles tersebut merilis produk minuman unik bernama "Sacred Water" atau air suci.

Erewhon dikenal sebagai pusat perbelanjaan yang menawarkan aneka produk organik, alami, dan bernutrisi tinggi dengan standar kualitas ketat.

Sebelumnya, mereka sukses mempopulerkan produk smoothies estetik langganan selebritas Hollywood yang dibanderol seharga 20 USD atau sekitar Rp 336.000 per gelas.

Melansir laporan people.com pada 11 Juli, menu baru berupa Sacred Water ini resmi diperkenalkan pada 3 Juli lalu.

Satu gelas minuman ini dijual dengan harga yang cukup menguras kantong, yakni 12 USD atau setara dengan Rp 216.000.

Meski mengusung nama air suci, sajian ini sebenarnya merupakan tonik herbal dingin yang dikombinasikan dengan teh melati organik dan ekstrak tumbuhan botani.

Minuman penyegar ini diracik dari bahan-bahan khusus seperti air kelapa organik, teh melati organik, madu mentah organik, dan basil organik.

Formulanya juga dilengkapi dengan herba anise hyssop organik, kapulaga hijau organik, jus anggur putih organik, serta susu kelapa organik.

Reaksi Netizen dan Kolaborasi Brand

Peluncuran produk ini di media sosial langsung memancing beragam komentar dari warganet yang penasaran.

Salah satu pengguna media sosial memberikan respons positif terhadap menu ramuan herbal tersebut.

"Oooh terdengar ilahi!" ujar netizen ini.

Di sisi lain, sebagian warganet menilai nominal yang dipatok untuk segelas air herba terlalu berlebihan.

"$12 untuk secangkir air kelapa terdengar konyol," ujar netizen ini.

Dalam produksinya, Sacred Water merupakan hasil kolaborasi antara pihak Erewhon dengan Jolie, sebuah produsen kepala pancuran (shower head) penyaring air.

Merek Jolie sendiri dikenal dengan teknologi filter yang dirancang khusus untuk menyaring kandungan klorin, logam berat, serta kontaminan lain dari air keran.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author