Saham VKTR dan PRDL Tembus Batas ARA di Bursa Efek Indonesia

Share

Saham PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) dan PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) kompak menyentuh batas auto rejection atas (ARA) pada perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) hari Senin (13/7/2026).

Harga saham VKTR melesat 25 persen ke level Rp650 per unit dengan total nilai transaksi menyentuh Rp77,49 miliar. Pada sesi yang sama, PRDL melonjak tajam hingga 24,7 persen, sementara saham PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS) ikut terapresiasi sebesar 9,6 persen.

Lonjakan harga ini terjadi di tengah gelombang penawaran umum perdana (IPO) yang mencatatkan enam emiten baru sejak pekan sebelumnya. Total nilai pendanaan dari rentetan pencatatan saham tersebut mencapai sekitar Rp1,5 triliun, memicu tingginya minat dari para investor ritel.

Fenomena antusiasme pasar ini dinilai sebagai bentuk perputaran modal jangka pendek oleh investor domestik untuk mencari peluang keuntungan pada saham pendatang baru.

"Investor lokal ‘kesedot’ IPO ini. Ini, kan, duit orang-orang diputer-puterin; habis ikut [IPO] JELI, ikut PRDL, ikut RANS. Rata-rata begitu ya, duitnya diputer-puterin dulu, nanti baru masuk ke sini [pasar] lagi," jelas Bernadus Wijaya, CEO Sucor Sekuritas.

Dominasi minat beli publik bergeser cepat antara emiten-emiten yang baru melantai di pasar modal. Berdasarkan rilis Stockbit Sekuritas per Jumat (10/7/2026), antrean beli PRDL sempat mencapai 9,07 juta lot dan RANS menembus 21,99 juta lot, berbanding terbalik dengan saham JELI dan JECX yang berbalik menyentuh auto-reject bawah (ARB).

Kinerja Enam Saham IPO Baru di BEI
Emiten Tanggal listing Kenaikan harga Rentetan ARA Antrean beli (bid) Antrean jual (offer)
JELI 7 Juli 2026 66,11% 3x – 264.187 lot
JECX 7 Juli 2026 14,4% 2x 26.594 lot 121.700 lot
EMMI 8 Juli 2026 4,26% – 231.546 lot 307.633 lot
BACH 8 Juli 2026 13,12% 1x 229.349 lot 583.904 lot
PRDL 9 Juli 2026 81,67% 2x 9.068.432 lot –
RANS 10 Juli 2026 34,12% 1x 21.986.479 lot –

Sebagai salah satu emiten yang mendominasi antrean beli, PRDL melepas 522 juta saham atau setara 30 persen modal untuk meraih dana segar hingga Rp62,7 miliar. Mayoritas hasil dari pendanaan pasar modal ini akan dialokasikan perusahaan sebesar 56,8 persen untuk melunasi utang, sementara sisanya ditujukan bagi perluasan fasilitas operasional.

"PRDL merupakan bagian dari Prodia Group yang bergerak di bidang produksi dan perakitan alat kesehatan diagnostik in vitro yang menyediakan solusi sistem diagnostik terintegrasi untuk terus mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia melalui berbagai produk diagnostik berkualitas unggul," tulis keterangan perseroan.

Di sisi lain, laju kuat saham VKTR turut dipengaruhi oleh prospek fundamental grup usaha tersebut dalam memenangkan pengadaan armada transportasi massal. Perseroan diproyeksikan mengamankan kontrak pengadaan 90 hingga 100 unit bus listrik berbekal kemitraan strategis dengan BYD, mengincar alokasi tender 350 armada TransJakarta pada tahun 2026.

Guna mendukung kelancaran ekspansi tersebut, VKTR tengah bersiap menghimpun tambahan pendanaan melalui mekanisme penerbitan saham baru (rights issue). Perusahaan menjadwalkan alokasi 80 persen dari dana hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) itu sebagai setoran modal kepada PT Sarana Ekomobilitas Indonesia untuk memperluas jangkauan bisnis kendaraan elektrifikasi dalam periode dua tahun ke depan.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: IPO pasar modal PRDL saham VKTR
Editors Team
gilang-permana-putra
Author