Kasus Pembunuhan Andres Escobar Kembali Mencuat pada Piala Dunia 2026
Tragedi kelam pembunuhan bek tim nasional Kolombia Andres Escobar kembali mencuat di tengah gelaran Piala Dunia 2026 pada Kamis (9/7/2026) sebagai refleksi pentingnya perlindungan atlet dari tekanan luar lapangan. Kasus lama ini kembali dibahas setelah sang pemain tewas ditembak di Medellín pada 2 Juli 1994 silam akibat gol bunuh diri di Piala Dunia 1994.
Dilansir dari pdiperjuanganbali.id, penembakan fatal tersebut terjadi di area parkir sebuah tempat hiburan malam setelah sempat berlangsung adu mulut antara korban dengan sekelompok pria yang mengejek penampilannya. Berdasarkan laporan CNBC Indonesia, pelaku melepaskan enam tembakan dari jarak dekat ke arah pemain berusia 27 tahun tersebut hingga roboh.
"Gol!" teriak pelaku penembakan sebagaimana ditirukan oleh saksi mata di lokasi kejadian.
Penyelidikan pihak kepolisian mengungkapkan bahwa eksekusi penembakan tersebut dilakukan oleh Humberto Munoz Castro, seorang pengawal pribadi dari anggota organisasi kriminal. Motif pembunuhan diduga kuat berkaitan erat dengan kerugian finansial masif yang diderita oleh pihak sindikat akibat hasil buruk timnas Kolombia pada turnamen tersebut.
Sebelum insiden maut itu terjadi, Kolombia yang awalnya diunggulkan pada babak kualifikasi justru takluk 3-1 dari Rumania dan kalah 2-1 dari tuan rumah Amerika Serikat. Pada laga melawan Amerika Serikat tanggal 22 Juni 1994, Escobar yang dijuluki "The Gentleman of Football" karena karakter bermainnya yang tenang dan disiplin secara tidak sengaja membelokkan umpan silang ke gawang sendiri.