India Bakal Restorasi Ratusan Candi Perwara di Kompleks Prambanan

Share

Pemerintah India berencana melakukan pemugaran pada ratusan candi perwara atau candi-candi kecil di dalam area kompleks Candi Prambanan. Rencana kerja sama ini disampaikan oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Selasa (7/7/2026), dilansir dari Detik Travel.

Fadli Zon menjelaskan bahwa komitmen revitalisasi dari pihak luar ini sebenarnya sudah diwacanakan sejak lama oleh Perdana Menteri India. Fokus utama dari proyek kolaborasi antardua negara ini akan diarahkan pada bagian candi pendukung yang belum sempat diperbaiki oleh pemerintah setempat.

"Oh ya, jadi memang ini sudah disampaikan oleh Perdana Menteri Modi sejak satu setengah tahun yang lalu. Nah sekarang, besok (Rabu) ya, beliau akan melihat langsung ke Candi Prambanan," kata Fadli Zon kepada wartawan.

Pemulihan fisik bangunan bersejarah ini dinilai mendesak karena mayoritas candi kecil di sana masih membutuhkan penanganan. Pihak kementerian mencatat sebagian besar dari total ratusan candi perwara tersebut saat ini memang belum tersentuh proses pemugaran.

"Ada bagian dari Candi Prambanan yang memang namanya perwara, itu candi-candi kecilnya yang belum kita revitalisasi," lanjut Fadli Zon.

Hingga saat ini, upaya perbaikan mandiri yang dilakukan oleh pemerintah baru mencakup sebagian kecil dari seluruh struktur perwara yang ada. Kendati demikian, seluruh bangunan utama di kompleks situs Hindu tersebut dipastikan sudah selesai dipugar.

"Dari dua ratusan itu baru enam yang kita revitalisasi. Kalau tiga candi besarnya sudah semua. Jadi kita tentu menyambut baik ya keinginan dari pihak India juga untuk mendukung kita merevitalisasi candi-candi Hindu, dalam hal ini khususnya adalah Candi Prambanan," ujar Fadli Zon.

Ketertarikan besar dari pihak India didasari oleh nilai historis dan kemegahan arsitektur Prambanan yang merupakan salah satu tempat ibadah Hindu terbesar di dunia. Struktur situs warisan budaya yang memiliki usia lebih dari seribu tahun ini ditopang oleh ratusan bangunan pelengkap di sekelilingnya.

"Mereka sangat tertarik karena ini merupakan salah satu candi Hindu terbesar ya yang ada, dengan tiga candi utama dan dua ratusan perwara," tutur Fadli Zon.

Mengenai nilai anggaran proyek, koordinasi intensif masih terus dilakukan oleh kedua belah pihak untuk menghitung biaya secara matang. Kerja sama bilateral ini diharapkan dapat mengoptimalkan efisiensi waktu pemulihan struktur bangunan yang telah berusia berabad-abad tersebut.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author