Timnas Argentina Hadapi Mesir Perebutkan Tiket Perempat Final Piala Dunia

Share

Tim nasional Argentina dijadwalkan bertanding melawan Mesir dalam laga babak 16 besar Piala Dunia di Atlanta pada Selasa, 7 Juli 2026, demi memperebutkan tiket menuju babak perempat final.

Pertandingan ini menjadi panggung pertemuan dua bintang besar, Lionel Messi dan Mohamed Salah, di mana salah satu dari mereka dipastikan tersingkir dari turnamen setelah Cristiano Ronaldo dari Portugal lebih dulu gugur.

Messi yang kini berusia 39 tahun telah mengemas tujuh gol dalam empat pertandingan di turnamen ini, sekaligus mencetak rekor selalu membobol gawang lawan dalam delapan laga Piala Dunia berturut-turut sejak edisi 2022.

Sementara itu, Mohamed Salah menjadi tumpuan Mesir setelah membawa negaranya meraih kemenangan pertama di fase grup melawan Selandia Baru dan menundukkan Australia lewat adu penalti di babak gugur.

Pelatih tim nasional Argentina, Lionel Scaloni, mengingatkan timnya untuk tidak meremehkan kekuatan Mesir setelah sebelumnya sang juara bertahan harus bersusah payah mengalahkan Tanjung Verde 3-2 melalui babak perpanjangan waktu.

"I think this World Cup has been, is very tricky for everyone. It seems there is no clear favorite," ujar Lionel Scaloni, Pelatih Timnas Argentina.

Scaloni menilai karakter kuat menjadi kunci penyelamat timnya dari kekalahan pada pertandingan sebelumnya yang berlangsung sangat sengit.

"I am convinced that if we didn't resort to our character in the last match we would be out as Cape Verde was giving us a very hard day," kata Lionel Scaloni, Pelatih Timnas Argentina.

Di kubu lawan, Mesir memiliki rasa percaya diri yang tinggi untuk memberikan kejutan dan menumbangkan sang juara bertahan berbekal kehadiran Salah di lini depan.

"My dreams have no limits. My ambitions have no limits. I promise that we will do everything to live up to the expectations (of fans)," ucap Hossam Hassan, Pelatih Timnas Mesir.

Hassan menegaskan bahwa Mesir bukanlah tim yang tidak diunggulkan dalam kompetisi ini mengingat sejarah besar yang mereka miliki.

"We're no underdogs. We're big in every respect. We are a civilization that is 7,000 years old, even more than 7,000 years," tutur Hossam Hassan, Pelatih Timnas Mesir.

Pada hari yang sama, pertandingan babak 16 besar lainnya akan mempertemukan Swiss melawan Kolombia di Vancouver, Kanada, di mana pemenang dari kedua laga ini akan saling berhadapan di babak perempat final pada Sabtu, 11 Juli 2026.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author